Berdasarkan hasil rapat Minggu kita "memblokir" semua air mineral yang dijual di toko-toko di Tanjung untuk dibeli oleh pemerintah kemudian dibagikan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi"
Mataram, (Antara Mataram) - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara memborong seluruh air mineral yang dijual di semua toko di Tanjung untuk membantu air minum para korban gempa bumi berkekuatan 5,4 skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok, Sabtu (22/6).

"Berdasarkan hasil rapat Minggu kita memblokir semua air mineral yang dijual di toko-toko di Tanjung untuk dibeli oleh pemerintah kemudian dibagikan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana gempa bumi," kata Wakil Bupati Lombok Utara H Najmul Ahyar di Tanjung, ibu kota Kabupaten Lombok Utara, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya juga menempatkan tandon air di sejumlah titik terutama pada wilayah yang paling parah dilanda gempa bumi yang kemudian diisi oleh perusahaan daerah air minum (PDAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

"Kita berupaya memenuhi kebutuhan air bersih untuk para korban gempa bumi terutama air minum agar mereka tidak meminum air yang tidak dimasak. Dalam kondisi seperti sekarang masyarakat rawan terserang penyakit, karena mereka tidur di tenda pengungsian," katanya.

Menurut Najmul, selain menempati tenda pengungsian, sebagian warga yang rumahnya roboh dan rata dengan tanah terpaksa tidur di "berugak" (semacam gazebo). Kondisi ini menyebabkan mereka rawan terserang penyakit.

Karena itu, kata Najmul, masyarakat memerlukan obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya terutama air bersih, sehingga pihaknya berupaya menyalurkan air mineral dalam jumlah cukup agar masyarakat tidak meminum air yang tidak dimasak.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lombok Utara, jumlah rumah yang rusak akibat gempa bumi berdasarkan hasil pendataan hingga Senin (24/6), mencapai 5.370 rumah, sebanyak 3.087 di antaranya rusak berat, 1.858 rusak sedang dan 425 rusak ringan.

Bencana gempa bumi itu juga mengakibatkan 38 tempat ibadah rusak, terdiri atas 17 masjid, 19 mushalla, dua pura, 114 gedung sekolah dan rumah sakit umum daerah (RSUD ) Tanjung rusak ringan. Kantor Bupati Lombok Utara juga rusak, sebagian besar plafonnya jatuh.

Selain itu bencana gempa bumi tersebut juga mengakibatkan lima orang menderita luka berat, luka ringan 31 orang dan korban patah tulang sebanyak 13 orang. Tidak ada korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Wilayah yang paling parah dilanda bencana gempa bumi adalah sejumlah desa di Kecamatan Tanjung, antara lain Dusun Gol, Kopang, Orong Ramput di Desa Medana dan sejumlah dusun di Desa Teniga, Tegalmaja. (*) 

Pewarta :
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2026