"Memang ada keterlambatan pembahasan rancangan APBD 2014 karena beberapa hal yang juga harus dituntaskan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Muhammad Nur.Mataram (Antara Mataram) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terlambat membahas rancangan APBD 2014 dan merampungkan penyusunan kebijakan umum anggaran beserta dokumen prioritas dan plafon anggaran sementara bersama DPRD setempat.
"Memang ada keterlambatan pembahasan rancangan APBD 2014 karena beberapa hal yang juga harus dituntaskan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB H Muhammad Nur, di Mataram, Jumat.
Nur mengakui, jika mengacu kepada surat edaran tentang jadwal pembahasan APBD, semestinya pengajuan rencana kerja pemerintah Daerah (RKPD) hingga menjadi dokumen KUA beserta dokumen PPAS sebagai naskah awal rancangan APBD 2014, pada akhir September 2013.
Namun, hal itu tidak terealisasi dan baru mengajukannya awal Oktober 2011 karena disibukkan dengan sejumlah kegiatan penting, seperti Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode 2013-2018.
"Tapi sekarang sudah dalam bentuk PPAS dan akan segera dimantapkan menjadi rancangan APBD. Masih bisa karena masih ada waktu yang cukup bagi DPRD untuk merampungkan pembahasan rancangan APBD hingga pengesahannya sebelum 13 Desember 2011," ujarnya.
Nur berharap DPRD NTB dapat menindaklanjuti berbagai dokumen pendukung rancangan APBD NTB 2014 itu dengan cermat dan dapat mengefisienkan waktu yang ada, agar dapat dijadikan hadiah buat masyarakat NTB saat HUT ke-58 Pemprov NTB pada 13 Desember 2013.
Diakuinya, RKPD, KUA, PPAS hingga rancangan APBD NTB 2014 itu mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2014-2018, yang akan diimplementasikan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2013-2018.
Penyusunan naskah RPJMD NTB itu juga mengacu kepada visi dan misi Gubernur NTB TGH M Zainul Majdi, dan Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin.
Visi dan misi itu disampaikan dalam sidang paripurna DPRD NTB, pada 26 April 2013, ketika empat pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB diharuskan menyampaikan visi dan misinya, sebagai bagian dari proses pemilihan kepala daerah (pilkada).
Visi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB periode lima tahun ke depan itu yakni NTB beriman dan bebrudaya, sejahtera dan berdaya saing.
Misinya mencakup tujuh hal pokok yakni mempercepat perwujudan masyarakat yang berkarakter, melalui pemantapan ketaatan beragama, peningkatan budi pekerti, dan pengembangan toleransi.
Selanjutnya, mengembangkan budaya dan kearifan lokal untuk pembangunan, melanjutkan ikhtiar reformasi birokrasi yang bersih, melayani, penegakan hukum yang berkeadilan, dan memantapkan stabilitas keamanan.
Meningkatkan mutu sumber daya manusia yang berdaya saing, melalui optimalisasi pelayanan pendidikan, kesehatan, keluarga berencana, dan kesejahteraan sosial yang berkualitas, terjangkau dan berkeadilan gender.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempercepat penurunan kemiskinan dan mengembangkan keunggulan daerah melalui industri pariwisata, agroindustri, dan ekonomi kreatif berbasis budaya, sumber daya lokal dan iptek.
Selain itu, melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah berbasis tata ruang, dan memantapkan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Setiap misi yang akan dilaksanakan dalam kurun waktu lima tahun ke depan itu memiliki tujuan dan sasarannya. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026