"Diskusi cerdas itu akan berlangsung dalam lima episode sekali sepekan, yang akan dimulai 1 November 2013," kata Kepala BPPD Provinsi NTB Awandi Aswinabawa.Mataram (Antara Mataram) - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengagendakan "diskusi cerdas" tentang kepariwisataan yang akan disiarkan secara langsung televisi lokal di Pulau Lombok.
"Diskusi cerdas itu akan berlangsung dalam lima episode sekali sepekan, yang akan dimulai 1 November 2013," kata Kepala BPPD Provinsi NTB Awandi Aswinabawa, kepada wartawan di Mataram, Rabu.
Awandi yang didampingi anggota BPPD NTB lainnya menyebut kelima episode diskusi yang disiarkan langsung televisi lokal itu, bertema BTDC: antara janji dan realitas, dan promosi pariwisata dan peningkatan kualitas SDM dalam mengejar target kunjungan dua juta wisatawan.
Eposide lainnya mengenai investasi pariwisata di NTB (permasalahan dan solusi), sinkroninsasi kebijakan pariwisata di tingkat provinsi dengan kebijakan di tingkat kabupaten/kota, dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB dalam menyambut even "Tambora Menyapa Dunia 2015".
Ia mengatakan, penyelenggaraan "diskusi cerdas" yang dikemas dalam bentuk Forum Pariwisata Lombok-Sumbawa itu, dimaksudkan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi pariwisata NTB dalam pembangunan, perkenalan, dan pengembangan pariwisata itu sendiri.
Selain itu, untuk mengumpulkan seluruh elemen yang turut andil dalam pembangunan, perkenalan, dan pengembangan pariwisata di berbagai aspek.
Tujuannya antara lain bersama-sama memecahkan masalah yang dihadapi kepariwisataan NTB baik pembangunan, perkenalan, dan pengembangan pariwisata NTB di berbagai aspek.
"Diharapkan seluruh elemen pendukung pariwisata NTB semakin solid dalam mengembangkan pariwisata NTB, dan menjadikan NTB sebagai destinasi utama nasional, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan dan pengembangan pariwisata," ujarnya.
Menurut Awandi, setiap topik diskusi akan dihadirkan para nara sumber berkompeten di bidangnya masing-masing.
Panitia "diskusi cerdas" itu juga akan mengundang kalangan mahasiswa, dan pihak lainnya untuk berdiskusi di studio televisi lokal yang akan menyiarkan secara langsung acara tersebut.
"Diharapkan hasil diskusi itu dapat langsung diakses oleh pengambil kebijakan semisal kepala daerah di wilayah NTB. Namun diharapkan pihak yang berdiskusi hendaknya membekali diri dengan pengetahuan yang memadai sesuai topik bahasan," ujarnya.
Sementara itu, Bendahara BPPD NTB M Nurhaedin yang akrab disapa Edo, menyebut setiap eposide diskusi itu, BPPD menganggarkan Rp25 juta yang bersumber dari dana APBD NTB 2013 yang dikelola badan promosi itu.
Edo mengakui, momentum "diskusi cerdas" itu tidak bisa disiarkan secara langsung oleh televisi nasional, terkait keterbatasan anggaran.
"Anggarannya terbatas, hanya Rp25 juta/paket sehingga hanya bisa menggunakan televisi lokal," ujarnya kepada wartawan. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026