"Akan segera dilakukan proses tender yang ditargetkan rampung akhir Januari, agar dapat segera dilakukan penataan jalan lingkar Gili Trawangan itu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB H Muhammad Nasir.Mataram (Antara Mataram) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) segera membenahi ruas jalan lingkar Gili Trawangan, pulau kecil di sebelah utara Pulau Lombok, yang ramai dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik.
"Akan segera dilakukan proses tender yang ditargetkan rampung akhir Januari, agar dapat segera dilakukan penataan jalan lingkar Gili Trawangan itu," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB H Muhammad Nasir, di Mataram, Selasa.
Ia mengatakan, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar dari total dana pengembangan destinasi pariwisata di wilayah NTB tahun anggaran 2014 sebesar Rp18 miliar yang dialokasikan pada APBD Provinsi NTB 2014.
Anggaran sebesar Rp13 miliar lainnya akan dipergunakan untuk penataan destinasi di daerah lainnya dalam wilayah NTB.
"Dana penataan destinasi pariwisata itu yang terbanyak untuk Gili Trawangan, destinasi lainnya tidak sampai Rp5 miliar setiap lokasi," ujarnya.
Menurut Nasir, khusus untuk Gili Trawangan, anggaran sebesar Rp5 miliar itu akan dipergunakan untuk menata ruas jalan yang mengelilingi Gili Trawangan.
Gili Trawangan yang secara administrasi berada dalam wilayah Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, memiliki luas 360 hektare dengan panjang tiga kilometer dan lebar dua kilometer, yang dihuni sekitar 800 jiwa itu, merupakan kawasan wisata yang sudah dikenal luas kalangan wisatawan mancanegara maupun domestik.
Objek wisata Gili Trawangan dikunjungi sekitar 40 ribu orang wisatawan setiap tahun, termasuk wisatawan dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, maupun Timur Tengah.
Kondisi sekarang jalan lingkar Gili Trawangan berupa jalan tanah, karena memang tidak dibolehkan kendaraan bermotor beroperasi di sana.
Sejauh ini, sarana transportasi di pulau kecil itu menggunakan gerobak yang ditarik dengan tenaga kuda, atau sepeda dayung.
"Jalan tanah itu yang akan dibenahi menggunakan `count block` agar tidak mudah rusak jika berbenturan dengan kaki kuda," ujarnya.
Hanya saja, kata Nasir, jalan lingkar Gili Trawangan itu sekitar 7,5 kilometer, dan anggaran sebesar Rp5 miliar itu hanya dapat dipergunakan untuk menata jalan menggunakan "count block" sepanjang empat kilometer.
"Sisanya sepanjang 3,5 kilometer akan digarap pada tahun berikutnya, atau diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, untuk melanjutkan program penataan destinasi itu pada 2015," ujarnya. (*)
Pewarta : Oleh Anwar Maga
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026