Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan stok pangan di wilayah itu aman selama Ramadhan sampai dengan Lebaran 2026.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri menekankan pentingnya sinergi antarlembaga seperti Bulog dan Bank Indonesia (BI) untuk memantau harga di pasar induk maupun tradisional.

"Kita harus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang memberikan efek kurang baik bagi masyarakat. Terutama karena saat ini ada dua momentum besar, yaitu saudara kita yang Muslim menjalankan Ramadan, Lebaran, dan umat Hindu yang merayakan Nyepi," ujarnya pada kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di halaman Kantor TVRI NTB di Mataram, Rabu.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah saat ini adalah menjaga stok sembilan bahan pokok agar tetap aman dan harganya terjangkau bagi masyarakat kecil.

Terkait kenaikan harga cabai merah yang sempat terjadi di beberapa wilayah Pulau Lombok akibat tingginya konsumsi, Wagub mengatakan pemerintah telah melakukan intervensi cepat. Salah satunya adalah dengan mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Baca juga: Bulog NTB pastikan stok pangan aman selama HBKN 2026

Selain cabai, perhatian juga diberikan pada komoditas jagung, khususnya di wilayah Bima, Pulau Sumbawa. Pemerintah berupaya menjalin kemitraan agar hasil panen petani mendapatkan pasar yang layak sehingga tidak merugikan produsen lokal saat puncak musim panen.

"Kami berharap ketersediaan pangan tercukupi, harga terjangkau, dan distribusi barang merata ke seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Kepala LPP TVRI NTB Ina Djara mengatakan bahwa GPM tahun ini didukung penuh oleh berbagai instansi, mulai dari Bank Indonesia, Bulog, terlebih Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan hingga para pengusaha distributor di wilayah NTB untuk menyediakan pangan di bawah harga pasar.

Dalam lima tahun terakhir, TVRI secara konsisten menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelenggarakan GPM di seluruh stasiun daerah sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah.

Baca juga: Ramadhan 2026, Harga 14 bahan pokok di NTB terancam naik

Ada yang berbeda pada pelaksanaan GPM kali ini. Selain belanja sembako murah, masyarakat juga dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi dengan Universitas Bima Internasional dan Rumah Sakit Mata NTB.

"Layanan pemeriksaan kesehatan dan pemeriksaan mata gratis ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya warga di sekitar Kelurahan Kekalik Jaya, terlebih dengan kondisi cuaca hujan yang mengguyur sejak semalam," ujarnya.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB, Hj. Eva Dewiyani, mengatakan GPM merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah.

Baca juga: NTB siapkan cadangan jagung daerah, jaga harga petani

Menurutnya, kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Perum Bulog, BI, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, pelaku usaha pangan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna menjaga pasokan pangan tetap stabil.

"Melalui Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah berupaya memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga sekaligus membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, terutama menjelang momentum hari besar keagamaan," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB juga menggelar sosialisasi kampanye "Stop Boros Pangan" sebagai upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola dan mengonsumsi pangan secara bijak dan sosialisasi rapit tes pangan untuk layak dikonsumsi atau tidak untuk masyarakat.

Baca juga: BI fasilitasi pasokan cabai rawit antar-daerah di NTB selama Ramadhan

Baca juga: Jadi menu buka puasa, Harga kangkung di NTB berpotensi naik



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026