Komisi IV Mataram Usulkan Biaya "CT-scan" Murah

id CT-scan

Komisi IV Mataram Usulkan Biaya "CT-scan" Murah

Ilustrasi - CT scan (Ist)

Tujuannya agar masyarakat miskin bisa terbantu dalam menggunakan fasilitas untuk diagnosis penyakit tersebut

Mataram, (Antara)- Komisi IV Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Mataram mengusulkan kepada pihak rumah sakit umum setempat agar menetapkan biaya "CT-scan" lebih murah.

"Tujuannya agar masyarakat miskin bisa terbantu dalam menggunakan fasilitas untuk diagnosis penyakit tersebut," kata Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram H Muhir di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat.

CT-scan atau "computerized tomography scanner" merupakan alat pemindai menggunakan sinar X, digunakan sebagai penunjang mendiagnosis penyakit.

H Muhir yang ditemui usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSU Mataram, mengingatkan jangan sampai karena ketidakmampuan masyarakat, fasilitas "CT-scan" itu hanya dapat dimanfaatkan masyarakat kelas menengah ke atas.

Dia mengatakan, biaya untuk satu kali "CT-scan" berkisar antara Rp750 ribu hingga Rp900 ribu. "Jumlah itu tentu sangat besar bagi masyarakat tidak mampu," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah bisa membantu pengurangan biaya untuk "CT-scan" tersebut, bahkan diharapkan menjadi program unggulan di Kota Mataram.

Dikatakannya, hal itu juga bisa menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kota Mataram dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di daerah ini.

Menurutnya, program kesehatan gratis yang telah dicanangkan Pemerintah Kota Mataram mulai 2012 yakni pelayanan kesehatan gratis di puskesmas, dilanjutkan dengan palayanan perawatan gratis kelas III RSU Mataram, sudah memberikan dampak yang baik.

Namun berbagai pelayanan dan fasilitas pendukung di RSU Mataram harus terus ditingkatkan. Sebab, dengan akan dipindahkannya operasional RSU Provinsi NTB ke kawasan Dasan Cermen, masyarakat tentu akan lebih cepat ke RSU Mataram karena berada di tengah kota.

"Untuk itu, penambahan kesehatan terutama dokter spesialis sangat penting, salah satunya spesialis jantung," katanya.

Sementara untuk peningkatan sarana, menurut pihak rumah sakit, saat ini terdapat kekurangan alat untuk cuci darah, hanya ada empat unit.

Jumlah itu dinilai kurang memadai, seiring banyaknya pasien gagal ginjal kronis di Mataram, sehingga pihak RSU Mataram masih membutuhkan dua unit lagi alat cuci darah.