Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan komoditas sapi pada pasar lelang komoditas agro. Kebetulan di Jawa Barat kekurangan dan selama ini kami memasok dari Jawa Tengah dan Jawa TimurMataram, (Antara) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat menjajaki potensi daging sapi yang ditawarkan pada pasar lelang komoditas agro yang digelar di Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di daerah itu.
"Nusa Tenggara Barat (NTB) menawarkan komoditas sapi pada pasar lelang komoditas agro. Kebetulan di Jawa Barat kekurangan dan selama ini kami memasok dari Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jawa Barat Ibnu Sina, di Mataram, Senin.
Hal itu dikatakan pada acara pasar lelang komoditas agro VI/2014 yang digelar Disperindag NTB dengan jumlah peserta sebanyak 70 orang pengusaha lokal, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Ibnu menjelaskan, pihaknya ikut serta dalam pasar lelang komoditas agro di NTB untuk membangun sinergi dengan pelaku usaha karena di daerahnya banyak kekurangan komoditas yang bisa ditutupi oleh NTB, misalnya, daging sapi dan kopi.
Disperindag Jawa Barat membawa tiga pelaku usaha, yakni Ketua Asosiasi Daging Jawa Barat, Ketua Asosiasi Pedagang Komoditi Agro Jawa Barat, dan eksportir kopi.
"Dengan adanya pasar lelang ini diharapkan terbentuk jaringan antarpelaku usaha untuk saling memenuhi kebutuhan di daerah masing-masing," ujarnya.
NTB, menurut dia, merupakan salah satu dari 13 provinsi yang dipercaya Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menyelenggarakan pasar lelang komoditas agro secara terjadwal.
Melalui kegiatan temu bisnis tersebut diharapkan bisa terbentuk jejaring antarpelaku usaha, terutama dari 13 provinsi penyelenggara, termasuk NTB, dalam rangka pengendalian inflasi dan memudahkan distribusi komoditas.
"Melalui pasar lelang ini juga harga bisa transparan, sehingga antara pembeli dan penjual bisa saling mempercayai," katanya.
Ibnu berharap para pelaku usaha di NTB bisa memenuhi kebutuhan daging sapi Jawa Barat yang terbilang relatif besar karena daerah ini dikenal dengan Bumi Sejuta Sapi. Namun, tentunya dengan harga dan spesifikasi yang sesuai.
"Saya melihat harga daging sapi relatif tinggi di NTB. Makanya belum `nyambung`. Tapi kami berharap dengan adanya jalinan komunikasi yang terjadi sekarang, ke depan ada celah untuk terwujudnya konektivitas itu," ucap Ibnu.
Pewarta : Awaludin
Editor:
Yanes
COPYRIGHT © ANTARA 2026