Lombok Tengah (ANTARA) - Petugas kesehatan hewan Dinas Pertanian (Distan) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) turun langsung mengecek kondisi sapi hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto yang dipotong pada Hari Raya Idul Adha 1447 hijriah.
"Hari ini petugas kami sedang turun mengecek kondisi ternak sapi yang dijadikan kurban dari Presiden Prabowo Subianto," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Zaenal Arifin di Lombok Tengah, Senin.
Ia mengatakan ternak sapi asal Lombok Tengah terpilih setiap tahun untuk dijadikan hewan kurban dari Presiden dan pada tahun ini ada tiga ekor ternak sapi yang dipilih menjadi hewan kurban dari Presiden.
"Informasi tahun ini ada tiga ekor rencana yang akan dipilih, dengan berat mencapai 800 kilogram hingga 1 ton," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya menurunkan tim langsung untuk mengecek kondisi ternak sapi yang akan diusulkan untuk menjadi hewan kurban Presiden tersebut, sehingga layak dijadikan hewan kurban sesuai dengan syariat Islam.
"Sapi yang dijadikan kurban itu harus tetap sehat," katanya.
Petugas kesehatan hewan, Febrian Hendriansyah, mengatakan pihaknya telah memberikan pola makan dan pemeriksaan kesehatan bagi ternak sapi yang dipilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Baca juga: Mataram pastikan lapak pedagang kurban tidak gunakan fasilitas umum
"Nutrisi makanan yang diberikan sesuai dengan takaran," katanya.
Ia mengatakan ternak ini mulai dijaga pola makanan jauh hari sebelum ikut kontes sapi presiden, karena betul-betul dipelihara untuk tujuan pemasaran yang lebih tinggi untuk kebutuhan nasional.
"Pola makan juga mulai dijaga," katanya.
Baca juga: Distan Mataram menurunkan tim kesehatan hewan kurban ke 70 titik
Pemilik sapi asal Kelurahan Sasake, Ahmad Dimiati, mengatakan sapi yang diberikan nama Black Panter tersebut telah dipelihara sejak empat tahun lalu dan sapi ini terpilih menjadi hewan kurban Presiden pada tahun ini, yang akan dikirim ke Sumbawa.
"Berat sapi ini sekitar 1 ton dan hingga hari raya Idul Adha, beratnya bisa naik," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026