Meski begitu, Reinsalu mengakui bahwa hingga saat ini negaranya belum memiliki pesawat tempur semacam itu. Sebelumnya pada 9 Maret, Pemerintah AS menyatakan bahwa pihaknya tidak berencana untuk melatih pilot Ukraina untuk menerbangkan pesawat F-16.
Hal itu juga diperkuat oleh pernyataan Presiden AS Joe Biden bahwa memasok pesawat tempur bukanlah prioritas bagi pemerintahannya. Namun, pada 4 Maret terdapat laporan bahwa dua pilot Ukraina telah tiba di AS, yang mengindikasikan kemungkinan pemberian pelatihan menerbangkan pesawat tempur termasuk F-16.
Baca juga: Kemhan membenarkan lakukan pengadaan enam pesawat T-50i dari Korsel
Baca juga: Pesawat tempur Amerika Serikat jatuh di lepas pantai Inggris
Sementara itu, Wakil Ketua Komite Staf Gabungan AS Christopher Grady menegaskan bahwa pengiriman F-16 ke Ukraina akan memakan biaya yang sangat besar, tetapi dana tersebut bisa dialokasikan untuk menyediakan amunisi yang dibutuhkan oleh Ukraina.
Sumber: TASS-OANA
Pewarta : Tegar Nurfitra
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026