Sebanyak 89 karyawan Telkom belajar ke universitas top dunia

id Telkom,Crimson Education,studi luar negeri,Karyawan Telkom belajar ke universitas top dunia

Sebanyak 89 karyawan Telkom belajar ke universitas top dunia

Ilustrasi. (Pexels/@Pixabay)

Jakarta (ANTARA) - BUMN yang bergerak di bidang jasa layanan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan jaringan telekomunikasi, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) tercatat mengirim 89 karyawan ke universitas top 50 kelas dunia, termasuk di Amerika Serikat, seperti Cornell University, University of Pennsylvania, UC Berkeley, dan New York University.

Beberapa lainnya juga berhasil diterima di universitas terbaik di Inggris, seperti University of Oxford, University College London, The University of Manchester, atau The University of Edinburgh.

"Belajar di universitas kelas dunia dapat memberi staf kami keterampilan dan kualifikasi tambahan yang diperlukan dalam pekerjaan," kata Scholarship Program Manager PT Telkom Indonesia Yuannita Sari dalam siaran pers di Jakarta, Minggu.

Yuannita mengatakan program-program akademik yang intensif dan terfokus akan membantu karyawan memperdalam pemahaman tentang bidang yang spesifik dan mengembangkan keterampilan yang relevan. Hal ini dapat meningkatkan kualitas kinerja staf dan memberikan kontribusi positif pada kemajuan perusahaan dan manfaat bagi bangsa Indonesia.

Untuk membantu dalam proses aplikasi, Telkom juga menunjuk perusahaan konsultan pendidikan tinggi, Crimson Education, guna membimbing para karyawan PT Telkom untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan di luar negeri.

"Dukungan yang diberikan Crimson Education meliputi pembuatan profil, penyelenggaraan workshop terkait persiapan admisi, mulai dari penyusunan statement, simulasi wawancara serta konsultasi 1 on 1 dengan Crimson Education strategist yang memiliki latar belakang dari universitas terkemuka di dunia," kata Yuannita.

Marketing and Strategic Partnership Director Indonesia at Crimson Education Vanya Sunanto menambahkan bahwa ada beberapa alasan mengapa perusahaan mengirim staf mereka belajar di universitas kelas dunia.
 

"Pertama, agar para staf mendapatkan keterampilan dan pengetahuan yang mendalam. Universitas kelas dunia menawarkan program akademik yang brilian dan berfokus pada bidang-bidang tertentu," katanya.

Vanya memastikan staf yang terlatih dengan baik, setelah memperoleh pendidikan yang memadai, dapat memberikan kontribusi lebih besar dan memberi hasil yang lebih baik bagi perusahaan. 

Kedua, inovasi dan keunggulan kompetitif. Dengan memperkenalkan staf pada lingkungan akademik yang berorientasi pada penemuan baru, perusahaan dapat mendorong kreativitas, pemikiran inovatif, dan penemuan baru di dunia kerja. Hal ini memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan dalam industri yang terus berubah dan berkembang pesat.

Ketiga, mengirim staf ke universitas kelas dunia memberi kesempatan untuk menjalin hubungan yang bermanfaat, memperluas jaringan kontak, dan memanfaatkan kesempatan kolaborasi dengan para ahli dan pemimpin di berbagai bidang dari seluruh dunia.

Keempat, mengikuti program di universitas kelas dunia memberikan pengalaman belajar dari para ahli terbaik di bidang mereka, terlibat dalam proyek-proyek penelitian yang menantang, dan mendapatkan wawasan yang berharga. Hal ini dapat meningkatkan kualifikasi dan nilai individu, serta membantu dalam kemajuan karier di masa depan.

Kelima, meningkatkan citra perusahaan. Perusahaan yang mengirim staf untuk belajar di universitas kelas dunia dapat meningkatkan citra dan reputasinya. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap pengembangan karyawan dan keunggulan dalam bidang kerjanya.

Citra yang baik dapat membantu perusahaan dalam menarik bakat terbaik, membangun hubungan dengan mitra bisnis, dan mendapatkan kepercayaan dari pelanggan dan stakeholders lainnya.

Baca juga: Telkom segera integrasikan IndiHome ke Telkomsel
Baca juga: Telkom dorong peluang bisnis UMKM pemasaran digital


Setiap tahun, universitas-universitas unggulan di AS dan Inggris menerima ribuan aplikasi dari siswa-siswi berprestasi seluruh dunia, tetapi hanya sebagian kecil yang diterima. Universitas akan menilai calon mahasiswa secara holistik, sehingga mereka mendapatkan mahasiswa terbaik yang akan membawa obor pengetahuan ini ke negerinya masing-masing.