Ben menjelaskan, gangguan fenomena Maden Jullian Oscillation (MJO) diprediksi terpantau aktif di Sulawesi Utara yang berpotensi menyebabkan peningkatan pertumbuhan awan hujan. MJO merupakan aktivitas intra seasonal yang terjadi di wilayah tropis yang dapat dikenali berupa adanya pergerakan aktivitas konveksi yang bergerak ke arah timur dari Samudera Hindia ke Samudera Pasifik yang biasanya muncul setiap 30 sampai 40 hari.
Selanjutnya, bibit Siklon 98W terpantau berada di Samudra Pasifik Utara Papua yang membentuk daerah perlambatan angin (konvergensi) yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Sulawesi Utara bagian utara atau di daerah kepulauan.
Sementara dari analisa labilitas atmosfer yang menunjukkan kondisi labil sehingga mendukung aktivitas konvektif skala lokal di wilayah Sulawesi Utara. Wilayah-wilayah Sulut yang potensial dilanda cuaca ekstrem tanggal 17 Juli yaitu Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Baca juga: Info cuaca : Kota-kota besar di Indonesia diprakirakan berawan
Baca juga: Info cuaca : Jakarta diprakirakan cerah berawan pada Kamis
Di hari berikutnya, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Di tanggal 19 Juli, potensi cuaca ekstrem berpeluang terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud. Sementara di tanggal 20 Juli, diperkirakan terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026