Hari Santri momentum kuatkan pondok pesantren

id Momentum hari besar,Hari Santri Nasional,Momentum penguatan ,Penguatan pondok pesantren,Kabupaten Bekasi

Hari Santri momentum kuatkan pondok pesantren

Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan (berdiri) saat menghadiri Tasyakuran Hari Santri Nasional yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bekasi di Aula Yayasan Pendidikan Islam An-Nadwah, Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan pada Jumat (20/10/2023) malam. (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan menyatakan peringatan Hari Santri Nasional merupakan momentum penguatan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki keunikan dengan ciri khas kemandirian.
 

"Pesantren harus dipertahankan, dikuatkan dan disesuaikan dengan perkembangan jaman agar lulusan santri bisa berkiprah di berbagai bidang termasuk teknologi digital, ekonomi digital, bidang lingkungan, budaya, dan ekonomi," katanya di Cikarang, Senin.

Dia mengatakan pondok pesantren dengan kekhususan metode pendidikan yang sangat istimewa dapat dijadikan percontohan peningkatan sumber daya manusia unggul, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

"Banyak negara lain mempelajari bagaimana pola pendidikan di pesantren dalam rangka peningkatan sumber daya manusia bagi bangsanya. Bukti bahwa pondok santri ini telah berkembang," katanya.

Pemerintah daerah memiliki sejumlah program peningkatan kapasitas pondok pesantren mulai dari peningkatan infrastruktur dan sarana pendukung hingga menciptakan santri lulusan yang berdaya saing melalui pemanfaatan teknologi.

"Memperingati hari santri sebenarnya bukan hanya tentang santri, pesantren, kiai maupun ulama. Tetapi perjuangan mereka yang harus kita lanjutkan," katanya.

Dani secara khusus mengapresiasi kontribusi Nahdlatul Ulama (NU) sebagai penggagas Hari Santri Nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia pada 22 Oktober 2015 sebagai momentum hari istimewa para santri di seluruh Indonesia.

"Saya memberikan apresiasi khususnya kepada NU, meskipun santri tidak harus selalu dari NU, ada juga yang di luar NU. Bisa juga semua lapisan masyarakat bergembira dengan adanya peringatan hari santri untuk memberikan penghormatan kepada para santri, ulama, dan kiai," ucapnya.

Mengenang kembali peristiwa bersejarah, HSN diperingati setiap 22 Oktober, merujuk pada Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy'ari pada tahun 1945. Seruan ini berisikan perintah kepada Umat Islam untuk berperang atau jihad, bergerak mempertahankan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ketua PCNU Kabupaten Bekasi KH. Atok Romli menjelaskan peringatan Hari Santri Nasional tidak lepas dari perjuangan dan pengorbanan dari para ulama, kiai, dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan.

"Kita bersyukur atas semua nikmat yang diberikan melalui kemerdekaan yang kita terima hari ini. Dengan adanya hari santri bukti bahwa santri dan kiai punya peran penting dalam membangun negara yang harus kita ingat dan kita sampaikan kepada generasi penerus," ucapnya.

Baca juga: Menko PMK meminta pemda ikut berkontribusi majukan ponpes
Baca juga: Bupati Lombok Tengah memaparkan peran ulama menjaga kemerdekaan

Dirinya berharap agar para santri di Kabupaten Bekasi terus mencintai bangsa dan negara seperti yang diajarkan para kiai dan guru-guru sebagai bagian dari iman yang harus selalu dijaga.

"Semangat para santri, yakin percaya diri bahwa potensi-potensi terpendam mereka akan bisa tumbuh dan berkembang sesuai dengan kebutuhan jaman," kata dia.*