Empat elemen kunci perkuat pendidikan PAUD

id Kemwndikbudristek, PAUD, Kota Surabaya, dispendik surabaya

Empat elemen kunci perkuat pendidikan PAUD

Bunda PAUD Surabaya Rini Indriyani (depan) bersama Plt. Direktur PAUD Kemendikbudristek Komalasari disambut setelah tiba di Grha Sawunggaling untuk melaksanalan Rapat Kerja Bunda PAUD, Kamis (1/2/2024). (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)

Bagaimana memperhatikan proses pembelajaran di PAUD berjalan
Surabaya (ANTARA) -
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memandang penguatan kualitas pola pendidikan di PAUD bisa terlaksana ketika empat elemen kunci bisa diterapkan
 
Pelaksana tugas (Plt) Direktur PAUD Kemendikbudristek Komalasari mengatakan unsur pertama adalah memperhatikan penerapan mekanisme pendidikan yang dilaksanakan.
 
"Bagaimana memperhatikan proses pembelajaran di PAUD berjalan," kata Komalisari usia menghadiri Rapat Kerja Kelompok Kerja Bunda PAUD se-Kota Surabaya di Graha Sawunggaling, Kamis.
 
Kemudian, kata dia, dilanjutkan dengan membangun komunikasi serta kemitraan antara lembaga pendidikan terkait dan orang tua peserta didik.

Baca juga: Kemendikbudristek mendorong keberlanjutan pendidikan menyenangkan
Baca juga: Wali Kota Mataram: PAUD pondasi ke pendidikan formal
 
"Ketiga memenuhi kebutuhan esensial anak usia dini dan keempat adalah pengelolaan kepemimpinan dan sumber daya," ujarnya.

Komalisari mendorong seluruh bunda PAUD di Surabaya bisa memahami secara keseluruhan masing-masing komponen elemen kunci tersebut.
 
"Sehingga dapat mengidentifikasi layanan apa yang perlu ditingkatkan dan menyusun langkah konkret di 2024," ucapnya.
 
Komalisari memastikan Kemendikbudristek membantu memperkuat kapasitas para guru PAUD, termasuk memberikan pemahaman literasi digital. "Bagaimana mendorong guru PAUD bisa belajar bersama dan bisa belajar secara mandiri," kata dia.
 
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Surabaya Rini Indriyani menyatakan kisi-kisi peningkatan kualitas pendidikan PAUD dari Kemendikbudristek siap dijalankan menyeluruh.
 
Sejauh ini, upaya yang sudah dilakukan pihaknya adalah memberikan beasiswa pendidikan perguruan tinggi kepada tenaga pengajar. "Agar spesifikasi yang harus dipenuhi sehingga bisa meningkatkan kualitas dari pendidik," kata Rini.


Selain itu, pihak juga mengupayakan membentuk lingkungan sekolah mampu menunjang tumbuh kembang anak. "Pembelajaran di PAUD harus menyenangkan, termasuk soal transisi ke SD bagi pelajar," ucapnya.
 
Rini menambahkan koordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) terus dilakukan sehingga menyatukan persepsi antartenaga pengajar di PAUD dan jenjang selanjutnya. "Karena target Kemendikbudristek bagaimana PAUD dan SD menyenangkan di tahun 2024," tutur dia.*

Baca juga: Pakar sebut ada empat indikator mengembangkan lingkungan belajar inklusif