Penggunaan SPKLU di Jakarta meningkat

id Lebaran 2024, penggunaan SPKLU, PLN UID Jakarta, kendaraan listrik

Penggunaan SPKLU di Jakarta meningkat

Mobil listrik tengah parkir untuk mengisi ulang di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta. ANTARA/HO-PLN UID Jakarta Raya

Jakarta (ANTARA) - Penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dikelola oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta meningkat selama libur Lebaran 2024.


"Kami mencatat penggunaan SPKLU PLN UID Jakarta Raya selama libur Lebaran 2024 mencapai total 50.156 kWh. Ini meningkat lebih dari tiga kali lipat dibanding jumlah kWh yang tercatat pada periode yang sama pada tahun 2023 yang hanya sebesar 15.775 kWh," kata General Manager PLN UID Jakarta, Lasiran dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu.

Peningkatan itu, lanjut dia, mencerminkan tumbuhnya penggunaan kendaraan listrik di wilayah Jakarta. Selain itu, peningkatan penggunaan SPKLU di Jakarta juga menunjukkan banyaknya penggunaan kendaraan listrik di Jakarta oleh warga yang tidak mudik ke kampung halaman. Selain itu, tak hanya konsumsi energi yang meningkat, tetapi jumlah transaksi SPKLU di Jakarta juga mengalami kenaikan yang signifikan.

"Selama periode libur lebaran 2024, jumlah transaksi SPKLU di Jakarta mencapai 4.363. Ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencatat 2.723 transaksi," ujarnya.

Baca juga: TNI-Polri dan BUMN bantu kelancaran angkutan Lebaran
Baca juga: Sebanyak 109 ribu kendaraan lewati Tol Solo-Yogya-YIA


PLN pun berkomitmen terus menyediakan infrastruktur SPKLU untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di wilayah Jakarta. Selain itu, PLN tetap siaga keandalan listrik maupun SPKLU selama periode lebaran di Jakarta. Salah satu tujuannya yaitu memastikan warga Jakarta yang tidak mudik bisa nyaman bersilaturahmi dengan keandalan listrik PLN.

"Kami telah menyediakan 84 unit SPKLU dan 41 unit SPBKLU tersebar di beberapa lokasi. Di mana ini akan memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna kendaraan bermotor listrik untuk mengisi daya, sehingga mendorong penggunaan kendaraan listrik yang lebih luas di Jakarta," kata Lasiran.