Liverpool kembali kehilangan Diogo Jota

id Diogo Jota,Liverpool

Liverpool kembali kehilangan Diogo Jota

Striker Liverpool asal Portugal #20 Diogo Jota berjalan keluar lapangan pada akhir pertandingan sepak bola Grup E Liga Eropa UEFA antara Toulouse FC (TFC) dan Liverpool di Stadium de Toulouse, di Toulouse, barat daya Prancis pada 9 November 2023. (ANTARA/AFP/Charly Triballeau)

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Liverpool Jurgen Klopp mengatakan menjelang laga Derbi Merseyside melawan Everton dalam lanjutan Liga Inggris di Goodison Park, Kamis (25/4) pukul 02.00 WIB, The Reds tak dapat diperkuat strikernya Diogo Jota karea cedera ringan.

Jota menjadi pencetak gol terakhir Liverpool saat menang 3-1 atas Fulham di Craven Cottage, Minggu (21/4).

Ketika disinggung tentang masalah cedera baru di skuadnya, pelatih asal Jerman itu mengatakan Jota yang baru sembuh dari cederanya, kembali mendapatkan cedera akan menepi selama dua pekan.

“Sayangnya, ya. Diogo mencetak gol, merasakannya sedikit dan sekarang kami menemukan bahwa itu lebih dari itu. Jadi dia akan absen selama dua minggu," jelas Klopp, dilansir dari laman resmi klub, Rabu.

Klopp menambahkan tentang cedera Jota bahwa “sejujurnya, saya tidak bisa mengatakan banyak tentang hal itu. Sebelum pertandingan dimana dia tidak menjadi starter, dia mendapat benturan, tantangan normal, kemudian merasa sedikit tegang. Itu tidak masalah karena kami tidak memainkannya sebagai starter".

“Kemudian dia memulai pertandingan terakhir, jelas baik-baik saja dan kemudian menyelesaikannya, itu kecil tapi kami terlambat di musim ini. Jadi jelas sekarang ini bukan momen yang bagus untuk setiap cedera".

Baca juga: Pelatih Klopp tentang perburuan juara EPL
Baca juga: Arsenal dan Liverpool bersaing ketat rebut posisi puncak, berikut klasemen Liga Inggris hari ini


Jota di musim ini mencetak 15 gol dan empat asis dari 32 laga di semua kompetisi. Klopp mengatakan absennya penyerang asal Portugal-nya tersebut bukan masalah besar di tengah jadwal intens dalam perburuan juara Liga Inggris.

“Ini bukan masalah besar. Kalau saya bilang dua minggu, sebenarnya itu tidak ada apa-apanya, tapi cukup untuk tidak tersedia," tutupnya.