Mataram, 29/6 (ANTARA) - Puluhan warga Kelurahan Selagalas, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin, mendatangi kantor lurah setempat untuk melakukan aksi protes  terkait dengan Penerimaan Siswa Baru (PSB) sistem "online".

   Puluhan orang warga tersebut merupakan orangtua atau wali murid dari calon siswa yang tidak diterima di dua sekolah binaan yang berada di Kelurahan Selagalas, yaitu sekolah menengah pertama (SMP) Negeri 12 Mataram dan sekolah menengah atas (SMA) Negeri 6 Mataram.

   Dalam aksi protes tersebut mereka meminta pihak kelurahan untuk menyampaikan keluhan mereka dan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram untuk memberikan kesempatan kepada putra-putri mereka bersekolah di sekolah yang berada di kelurahan setempat.

   Warga beralasan bahwa dengan menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah lain atau di luar lingkungan mereka dikhawatirkan akan menelan dana yang cukup besar terutama dari segi transportasi menuju sekolah.

   "Kalau sekolah di luar pasti banyak memakan biaya seperti transportasi, dan kita di sini kebanyakan warga kurang mampu," ujar H. Wahyu mewakili puluhan warga lainnya.

   Ia mengatakan, selain alasan ekonomi, faktor keselamatan dan keamanan siswa atau anak-anak mereka jika bersekolah di luar juga turut menjadi pertimbangan.

   "Kami khawatir anak-anak belum siap jika bersekolah di luar atau jauh dari lingkungan tempat tinggal," ujarnya.

   Sementara itu, Lurah Selagalas, H. Tamaji mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan aspirasi serta keberatan warga tersebut kepada Pemkot Mataram.

   "Kita sudah terima aspirasi mereka dan akan kita sampakan ke bapak wali kota hari ini," ujarnya.

   Ia mengakui, warga umumnya belum paham tentang sistem PSB "online" yang diterapkan Pemkot Mataram mulai tahun ini.

   Dalam sistem ini kelulusan atau penempatan sekolah bagi calon siswa ditentukan dengan sistim rangking nilai yang dilakukan secara sistematis oleh komputer bukan oleh pihak sekolah.

   Namun, kata Tamaji, pihaknya sudah menyosialisasikan kepada warga sekitar terkait PSB online tersebut sejak belum dimulainya pendaftaran siswa baru.

   "Kami sudah menyosialisasikan program pemerintah itu jauh-jauh hari sebelum penerimaan siswa baru dilaksanakan agar masyarakat bisa lebih cepat mencari informasi tentang program itu," katanya.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026