Nelayan setempat berupaya menolong kedua murid SD yang terbawa arus saat berenang di pantai itu, namun hanya Hatta yang bisa dievakuasi tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Sementara Yogi, anak Brigadir Burhanuddin anggota Polri yang bertugas di Kepolisian Sektor (Polsek) Mataram, lepas dari genggaman nelayan yang berupaya menolongnya.
Yogi terbawa arus hingga hilang dari pandangan para nelayan di Pantai Tanjung Karang Ampenan itu.
Aparat Polsek Ampenan dan para nelayan setempat tengah melakukan pencarian di sekitar lokasi tengelamnya kedua murid SD itu.
Tim SAR dari Brimob Polda NTB juga terjun dengan perahu karet mengitari perairan di sekitar Pantai Tanjung Karang itu.
Hardan (25), seorang saksi mata yang berupaya menolong kedua murid SD itu mengatakan, ia dan saudaranya sesama nelayan, Ali Akbar (30) sudah berupaya maksimal memberi pertolongan ketika menyaksikan kedua murid SD itu terbawa arus.
"Saya sempat menyelam dan menarik kedua anak itu, saya hanya bisa dapat seorang yang meninggal dunia itu tapi temannya tidak dapat saya pegang karena arusnya cukup deras," ujarnya.
Kapolsek Mataram AKP Putu Dewa Eka Darmawan mengatakan, kedua murid SD itu merupakan warga Pagutan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, yang memanfaatkan liburan sekolah untuk berenang di pantai tersebut.
Kedua murid itu bersama dua orang teman mereka menggunakan sepeda dari kediaman mereka menuju kawasan Pantai Pantai Tanjung Karang itu, kemudian berenang di kawasan pantai yang relatif dekat dengan muara sungai Banjar Getas.
"Dua orang lainnya selamat dan sudah kembali ke kediamannya masing-masing diantar oleh sejumlah nelayan, seorang lainnya meninggal dunia setelah tenggelam dan yang satunya lagi sedang dalam proses pencarian yang diduga terbawa arus hingga tengah laut," ujarnya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026