Lavani yang tertinggal pada set pertama, bangkit pada tiga set berikutnya untuk mengalahkan juara bertahan Proliga, Bhayangkara Presisi. Pada set pertama, Lavani sempat memimpin 3-1 sampai imbang 12-12. Kedua tim saling mencuri poin hingga Bhayangkara Presisi membalikkan keadaan 15-14.
Bhayangkara yang diasuh pelatih Reidel Toiran terus mendominasi laga sampai memenangkan set pertama dengan 25-18. Lavani yang dipimpin Renan Buiatti berusaha bangkit sampai menciptakan tiga poin berturut-turut pada awal set kedua.
Tim asuhan Nicolas Vives ini terus menjaga keunggulan sampai kedudukan 8-6, lalu 16-9, hingga memenangkan set kedua dengan 25-14. Laga set ketiga berlangsung sengit ketika kedua tim beberapa kali imbang (2-2, 12-12, 13-13) hingga Lavani memegang kendali permainan ketika meninggalkan Bhayangkara 18-14.
Baca juga: PBVSI berterima kasih atas dukungan diberikan SBY
Dengan mengandalkan dua pemain asing, Buiatti dan Taylor Sander, Lavani terus menggempur lawan hingga memastikan kemenangan set ketiga dengan 25-19.
Bhayangkara memasuki set keempat dengan kondisi tertinggal setelah unggul pada set awal. Tim Kepolisian RI itu memberikan perlawanan ketat dengan mengandalkan satu-satunya pemain asing mereka, Saber Kazemi.
Baca juga: Dewi Intan Sari siap atasi grogi
Kedua tim imbang pada awal laga (1-1, 5-5) sebelum Bhayangkara memimpin 10-6, tapi kemudian disamakan Lavani pada kedudukan 11-11. Tim yang bermarkas di Cikeas, Bogor, itu akhirnya membalikkan keadaan ketika mencatatkan skor 15-14, 18-17, 21-20.
Bhayangkara sempat menyamakan 22-22, namun beberapa kesalahan servis membuat mereka tertinggal hingga laga dimenangkan Lavani dengan 25-13. Lavani pun membalas kekalahan dari Bhayangkara pada laga final Proliga 2024.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026