Mataram, 10/8 (ANTARA) - Persentase kelulusan ujian nasional paket kesetaraan (UNPK) Paket B, di Nusa Tenggara Barat (NTB) periode I tahun 2009, mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yakni dari 78,36 persen menjadi 72,02 persen.

  "Jumlah peserta ujian Paket B yang lulus periode pertama tahun ini sebanyak 8.304 orang dari 11.530 peserta," kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), NTB, H. Lalu Irwan Hawari, di Mataram, Senin.

  Ia mengatakan, sebagian besar peserta ujian Paket B yang tidak lulus tersebut berasal dari siswa program luar sekolah (PLS).  Jumlah siswa PLS yang ikut ujian Pakte B sebanyak 6.712 orang, namun yang lulus hanya 4.249 orang atau hanya 63,30 persen.

  Sementara tingkat kelulusan dari siswa yang gagal ujian nasional (UN) mencapai 4.022 orang atau 84,26 persen dari total jumlah peserta yang ikut ujian sebanyak 4.773 orang.

  Selanjutnya, tingkat kelulusan ujian Paket B dari siswa pondok pesantren (ponpes) mencapai 73,33 persen atau sebanyak 33 orang dari 45 peserta yang mengikuti ujian.

  Menurut dia, siswa peserta ujian Paket B dari PLS memiliki latar belakang yang berbeda dibandingkan dengan peserta ujian dari siswa yang gagal UN dan dari ponpes, sehingga mempengaruhi tingkat kelulusan ujian paket B tahun ini.

  "Siswa PLS itu ada yang menjadi buruh tani, ibu tumah tangga, anak-anak yang memang tidak pernah mengenyam pendidikan di bangku sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) kemudian ikut UNPK, dan itu mempengaruhi dalam menjawab soal-soal yang diujikan," katanya.

  Untuk itu kedepan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan persentase kelulusan ujian Paket B tersebut dengan memberikan peningkatan pemahaman materi mata pelajaran yang diberikan khususnya kepada siswa PLS.

  Selain itu juga, dengan meningkatkan pemahaman tata cara menjawab soal pada lembar jawaban yang dinilai masih belum dipahami secara baik oleh siswa PLS.

  Data Dikpora NTB, tercatat persentase kelulusan ujian paket B tertinggi dari sepuluh kabupaten/kota yang ada di NTB yaitu Kota Mataram dengan persentase kelulusan mencapai 85,05 persen dari total peserta sebanyak 1.706 orang.

  Kabupaten Sumbawa Barat, 83,67 persen dari 631 orang peserta, Kabupaten Lombok Barat, 83,62 persen dari 867 orang peserta, Kabupaten Dompu, 78,97 persen dari 1.522 orang peserta, Kabupaten Lombok Utara, 73,23 persen dari 213 peserta.

  Selanjutnya, Kabupaten Sumbawa, 69,21 persen dari 1.322 peserta, Kabupaten Lombok Timur, 66,93 persen dari 1.261 peserta, Kabupaten Lombok Tengah, 64,64 persen dari 1.369 peserta, Kota Bima, 64,18 persen dari 1.022 peserta.

  "Dan untuk persentase kelulusan terendah berada di Kabupaten Bima, yang hanya mencapai 58,25 persen dari 1.617 peserta," katanya.

  Hawari mengimbau kepada seluruh siswa peserta ujian Paket B yang tidak lulus agar tidak patah semangat dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian Paket B periode II pada bulan November mendatang. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026