Mataram, 6/9 (ANTARA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafi'i Djamal, mengatakan, di masa mendatang Bandara Internasional Lombok (BIL) yang saat ini sedang dalam proses pembangunan bisa didarati pesawat Airbus A380.

   "BIL merupakan bandara bebas hambatan sehingga nantinya bisa didarati Airbus A380, karena itu penataan ruangnya harus mendapat perhatian serius," kata Jusman pada pertemuan koordinasi kesiapan angkutan lebaran di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu.

   Ia mengatakan, jika maskapai penerbangan Singapura tahu kalau BIL bisa didarati Airbus A380 maka sangat mungkin mereka mengajukan permohonan izin pengggunaan bandara tersebut untuk keadaan tertentu.

   Sejauh ini, maskapai penerbangan Singapura yang mengoperasionalkan Airbus A380 hanya mengajukan izin pengggunaan dua bandara di Indonesia  untuk keadaan tertentu, yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Ngurah Rai.

   "Nanti, BIL menjadi pilihan Singapura jika kita telah menata ruang operasionalnya secara baik," ujarnya.

   Dalam kunjungannya ke wilayah NTB bersama para dirjennya itu, Menhub Jusman menyempatkan diri meninjau perkembangan pembangunan BIL yang berlokasi di Dusun Slanglit, Desa Tana Awu, Kecamatan Penujak, Kabupaten Lombok Tengah.

   Menurut dia, landasan pacu BIL yang sudah terbangun sepanjang 2.500 meter dari total 2.750 meter dengan lebar 40 meter yang direncanakan, sehingga masih tersisa 250 meter lagi yang diperkirakan rampung pembangunannya awal Desember mendatang.

   Sementara infrastruktur pendukungnya sudah rampung 34-45 persen, namun diperkirakan dapat mencapai 70 persen saat penerbangan uji coba 17 Desember mendatang.

   "Kami sudah lihat perkembangannya, terminal bandara itu juga bisa rampung akhir Desember mendatang," ujarnya.

   Jusman juga mengungkapkan bahwa pembangunan BIL jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan pembangunan Bandara Udara Internasional Kuala Namu yang dikenal sebagai Lapangan Terbang Baru Internasional Medan.(*)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026