Mataram (ANTARA) - Layanan kesehatan fisioterapi mendapatkan respon positif dari masyarakat yang berobat di Puskesmas Tanjung Karang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.
"Banyak masyarakat yang akhirnya mendapatkan pelayanan karena adanya fisioterapi disini, masyarakat tidak perlu pergi jauh-jauh lagi untuk berobat," ucap fisioterapis Puskesmas Tanjung Karang, Nur Fadhillah, saat ditemui di Mataram, Rabu.
Fadhillah mengatakan banyak masyarakat kini mengalihkan pengobatan dari rumah sakit ke puskesmas sejak layanan fisioterapi dibukan pada 1 Oktober 2025.
Selama ini layanan fisioterapi hanya tersedia di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Layanan itu membantu masyarakat yang ingin berobat tanpa perlu ke rumah sakit akibat terkendala jarak.
"Banyak sekali masyarakat yang datang dan antusias dengan adanya layanan fisioterapi di Puskesmas Tanjung Karang," kata Fadhillah.
Baca juga: Tekan stunting, Dokter spesialis anak dihadirkan di 11 puskesmas Mataram
Sejak dibuka pertama kali pada awal Oktober 2025, Puskesmas Tanjung Karang mencatat ada sekitar 170 orang pasien yang datang dan ditangani dengan layanan fisioterapi tersebut. Mayoritas pasien yang datang berobat masuk kategori lanjut usia berumur 50 sampai 60 tahun.
Fadhillah mengatakan saat awal diresmikan jumlah pasien membludak. Kadang, sehari bisa 10 sampai 13 pasien yang datang untuk berobat.
Puskesmas Tanjung Karang kini menerapkan kebijakan baru di mana pasien yang ingin berobat harus mendaftar terlebih dahulu jika ingin menjalani pengobatan fisioterapi, sehingga lebih terjadwal dan tidak perlu mengantri lama.
Baca juga: Layanan fisioterapi gratis di Puskesmas Tanjung Karang Mataram diresmikan
Layanan fisioterapi bisa diakses pengguna BPJS, namun untuk sekarang hanya bisa dinikmati oleh masyarakat yang terdaftar di Faskes Tanjung Karang.
Pihak Puskesmas Tanjung Karang menghimbau masyarakat yang belum terdaftar untuk segera mendaftarkan diri agar bisa menikmati layanan kesehatan, salah satunya fisioterapi.
Para pasien yang mendapatkan layanan fisioterapi kebanyakan mengeluh nyeri punggung dan nyeri sendi, namun ada juga pasien pasca stroke yang memilih berobat dan rehabilitasi di Puskesmas Tanjung Karang.
Pada 2026, Puskesmas Tanjung Karang berencana menambahkan peralatan serta tenaga fisioterapis untuk menunjang layanan fisioterapi, sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan bisa lebih maksimal.
Baca juga: Puskesmas di Mataram siaga 24 jam antisipasi penyakit musim hujan
Pewarta : Naufal PKL Unram
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026