Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menerapkan layanan subsidi silang untuk layanan imunisasi guna memenuhi kebutuhan vaksin di Puskesmas Babakan, pascabencana kebakaran pada Jumat 6 Februari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Kamis, mengatakan, ruang yang terbakar merupakan vaksin dan imunisasi lantai II Puskesmas Babakan, sehingga semua vaksin dan fasilitas imunisasi terdampak.

"Tapi kami sudah tetapkan skema sistem backup atau subsidi silang antar puskesmas untuk menjaga kelancaran layanan masyarakat," katanya.

Dengan demikian, lanjutnya, gangguan yang terjadi tidak berdampak signifikan terhadap program imunisasi rutin bagi bayi, balita, maupun vaksin-vaksin lainnya di puskesmas tersebut.

Bencana kebakaran Puskesmas Babakan yang terjadi Jumat 6 Februari 2026, menimbulkan kerugian sekitar Rp450 juta. Kebakaran terjadi pada ruang penyimpanan vaksin dan imunisasi lantai II tersebut mengakibatkan, dua laptop, obat-obatan vaksin, dan kulkas vaksin habis terbakar.

Baca juga: Dinkes Mataram pastikan imunisasi MR aman cegah campak pada anak

Sementara terkait dengan stok vaksin, Dinkes juga memastikan aman terkendali sehingga masyarakat diminta tidak khawatir terkait ketersediaan vaksin.

Apalagi distribusi vaksin ke 11 puskesmas se-Kota Mataram masih dikelola melalui gudang farmasi pusat di Dinas Kesehatan setempat, sehingga puskesmas cukup mengajukan permintaan sesuai kebutuhan operasional mereka.

"Alhamdulillah, secara keseluruhan tidak ada kendala untuk imunisasi bayi dan balita, stok tetap ada dan distribusi dari gudang farmasi berjalan sesuai permintaan puskesmas," katanya menegaskan.

Untuk mengoptimalkan layanan dan efisiensi vaksin, puskesmas sudah menerapkan sistem "hari vaksin" dengan menetapkan hari tertentu untuk layanan vaksin.

Baca juga: Dinkes Mataram lanjutkan layanan imunisasi polio tahap dua di puskesmas

Kebijakan itu diambil karena beberapa jenis vaksin memiliki kemasan ampul besar yang dapat digunakan untuk lebih dari satu orang. Dengan demikian, dalam sehari satu atau dua ampul vaksin yang disiapkan bisa habis sekaligus tanpa sisa sehingga tidak menjadi pemborosan.

Sementara menyinggung tentang perbaikan fasilitas yang terbakar, Emirald mengatakan, proses perbaikan sedang berproses dan anggaran perbaikan akan disesuaikan dengan rencana anggaran belanja (RAB) masing-masing unit.

"Perbaikan hanya mencakup satu ruangan, jadi insyaallah masih bisa tertangani dengan anggaran yang ada. Saat ini teman-teman sedang berproses di lapangan," katanya.

Baca juga: Dinkes sebut Mispersepsi kendala cakupan polio Mataram belum capai target
Baca juga: Dinkes Mataram mulai "sweeping" ke rumah-rumah sasaran imunisasi polio
Baca juga: Alhamdulillah!! Cakupan imunisasi polio di Mataram lampaui target 100,6 persen



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026