Mendag Budi Santoso tegaskan prinsip perdagangan internasional yang berkeadilan

id Budi santoso,Mendag,Kemendag,Ekspor,Perjanjian dagang,Perjanjian dagang internasional

Mendag  Budi Santoso tegaskan prinsip perdagangan internasional yang berkeadilan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso memberikan dalam strategic forum bertajuk “Perluasan Pasar Ekspor ke Peru dan Tunisia: Potensi, Peluang, dan Tantangan IP-CEPA dan IT-PTA” di Jakarta, Selasa (25/11/2025). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan Indonesia harus menjadi negara yang menjunjung prinsip perdagangan internasional berkeadilan.

“Kita harus menjadi mitra dagang yang fair, yang adil dan saling membutuhkan,” kata Mendag Budi di Jakarta, Selasa.

Pria yang akrab disapa Busan itu mengatakan, Indonesia tidak ingin mengikuti tren dagang “proteksionis”, di mana sejumlah negara sangat protektif dan “ingin menang sendiri”.

“Kita tidak ingin yang sekarang trennya ini proteksionis, ingin menang sendiri dan sebagainya. Kita tidak ingin seperti itu, kita ingin berdagang yang adil, yang saling bermanfaat, sehingga justru akan tumbuh ekspor masing-masing (negara mitra),” ujar dia.

Ia melanjutkan, Indonesia sendiri saat ini telah mengupayakan untuk terus memperluas pasar global yang merupakan sejalan dengan komitmen Indonesia terhadap keterbukaan perdagangan dan kerja sama ekonomi.

Beberapa perjanjian dagang internasional telah dibuat dan disepakati, antara lain dengan Uni Eropa, Kanada, Eurasia, hingga Peru. Mendag menambahkan bahwa nilai ekspor Indonesia periode Januari-Agustus 2025 meningkat sebesar 7,72 persen mencapai 185,13 miliar dolar AS dibandingkan periode sebelumnya di 2024.

Baca juga: Ekspor ke AS dan China aman meski perang dagang

Selama periode ini, Indonesia turut mencatat surplus perdagangan sebesar 29,14 miliar dolar AS dengan mempertahankan surplus perdagangan selama 64 bulan berturut-turut. Mendag Busan berharap dengan dibukanya peluang pasar baru yang lebih luas, dapat melanjutkan tren ekspor yang positif ini.

“Kita ingin ketika akses pasar kita buka melalui perjanjian dagang, maka pelaku usaha harus segera bisa mencari mitra dagang untuk bisa meningkatkan ekspor,” kata dia.

Baca juga: Transaksi UMKM di JMFW per 9 November mencapai 7,41 juta dolar AS

Ketika perjanjian dagang sudah ditandatangani dan diimplementasikan, lanjut Mendag, maka Indonesia akan memperoleh banyak kemudahan.

“Misalnya tarif 0 persen, kemudian hambatan perdagangan menjadi hilang atau berkurang. Nah, itu yang harus kita manfaatkan untuk kita terus mengejar pasar kita di berbagai negara untuk meningkatkan ekspor kita,” ujar Busan.


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.