Lombok Tengah (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini menggencarkan sosialisasi kepada para pemilih pemula kaitan dengan pengawasan partisipatif. 

Para pelajar jenjang SMA atau SMK yang tersebar di 12 kecamatan di daerah setempat diberikan edukasi terkait dengan bagaimana pengawasan pemilu agar pesta demokrasi berjalan baik.

Kordiv Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Lombok Tengah Baiq Husnawaty  di Lombok Tengah, Rabu mengatakan saat ini Bawaslu memperbanyak sosialisasi ke pemilik pemula dengan menyasar para pelajar yang tersebar di 12 kecamatan. 

"Kami bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan edukasi kepada para pelajar terkait bagaimana pengawasan partisipatif," katanya.

Baca juga: Pemilih pemula di Pilkada Lombok Tengah capai 87 ribu jiwa

Ia mengatakan pihaknya langsung datang ke sekolah untuk memberikan edukasi tentang pemilu atau bagaimana berdemokrasi. Termasuk pra siswa diajarkan tentang pentingnya pemilihan yang langsung umum bebas dan rahasia, bagaimana dampak dan sanksi politik uang dan lain sebagainya.

Ia menyampaikan pengenalan tentang pemilu kepada para pelajar ini menjadi penting karena pada Pemilu di 2029 nanti para pelajar ini sudah bisa menggunakan hak suara mereka. Sehingga penting mereka diberikan pemahaman agar pesta demokrasi yang akan datang bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Jadi program ini merupakan inisiatif dari Bawaslu tanpa ada anggaran karena saat ini sedang efisiensi," katanya.

Ia mengatakan kegiatan ini murni bagaimana memberikan pemahaman kepada para pelajar untuk memberikan optimisme kepada masyarakat agar pemilu kedepan lebih berintegritas dan berkualitas. 

"Dengan lebih dini memberikan pemahaman kepada pemilih pemula maka pemilu ke depan diharapkan bisa lebih baik,”tegasnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Kordiv Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Lombok Tengah, Usman Faesal mengatakan agenda pemberian edukasi kepada pelajar terkait dengan partisipasi pengawasan pemilu ini sangat penting. Terlebih, Bawaslu juga memiliki tugas untuk bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

“Untuk bisa berpartisipasi inikan butuh pemahaman, sehingga kami galakan program menyapa calon pemilih pemula yang ada di sekolah-sekolah," katanya.

"Jadi para pelajar ini diberikan pembekalan tentang bagaimana mengawasi pemilu. Para calon pemilih pemula ini menjadi sasaran karena saat pemilu nanti, mereka sudah memiliki hak suara,”terangnya.

Sehingga harapannya para calon pemilih pemula ini punya pemahaman dasar dan tau bagaimana pemilu itu dilaksanakan dan punya kesadaran untuk bisa berpartisipasi dalam pengawasan pemilu. 

“Memang pemilu ini masih lama, tapi anak-anak SMA yang kelas I dan II ini akan menjadi pemilih nantinya,”terangnya.

Disampaikan bahwa dengan turunnya tim dari Bawaslu ke sekolah untuk memberikan edukasi maka ada pemahaman dasar tentang pemilu yang didapatkan oleh peserta didik. 

Sehingga pihaknya mengklaim saat ini antusiasme para pelajar untuk mendapatkan edukasi sangat tinggi, bahkan berbagai sekolah juga sudah meminta untuk didatangi untuk sosialisasi.

“Yang jelas para pelajar ini ke depan sudah tidak asing lagi dengan dunia pemilu ini, paling tidak prinsip pemilu dan siapa yang punya hak dalam pemilu sudah terbangun mainset sama mereka,” katanya.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026