Mataram (ANTARA) - Perusahaan pelat merah milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) PT Gerbang NTB Emas (GNE) mengubah arah lini bisnis dari awalnya produksi beton menjadi fokus pada bisnis material konstruksi.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan GNE harus bisa bangkit dan menjalankan bisnis dengan normal usai menghadapi masalah hukum yang menjerat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
"Yang paling penting bagi saya hanya satu, bagaimana GNE bisa berjalan kembali dan melakukan bisnis dengan normal, fokus. Apa yang terjadi di masa lalu biarlah menjadi pelajaran," ujar Iqbal dalam laporan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) GNE di Mataram, Rabu.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, GNE sempat terlilit masalah hukum terkait dugaan korupsi penyertaan modal dan kerja sama penyediaan air minum.
Baca juga: Pemprov NTB disarankan mengubah manajemen BUMD PT GNE
Kasus hukum ditangani oleh Kejaksaan Tinggi NTB dan menyebabkan operasional perusahaan dibekukan selama proses penyelidikan.
Iqbal menuturkan berbagai persoalan di masa lalu harus diakui sebagai pembelajaran untuk membangun perusahaan yang lebih sehat dan profesional ke depan.
Pemerintah NTB sebagai pemegang saham terbesar lantas memberhentikan seluruh lini usaha di luar material konstruksi agar perseroda tersebut dapat fokus terhadap bisnis utama.
"Pengembangan bisnis dilakukan bertahap mulai dari produk yang sudah kompetitif seperti traffic block, lalu diperluas ke produk konstruksi lain dalam satu ekosistem seperti precast," kata Iqbal.
Baca juga: DPRD NTB menyetujui Pemprov akuisisi 100 persen saham PT GNE
Pemerintah NTB menyatakan dukungan melalui kemudahan perizinan, termasuk izin galian C agar perusahaan pelat merah GNE mampu bersaing secara sehat dalam bidang usaha konstruksi.
Sejalan dengan restrukturisasi tersebut akan dilakukan perombakan direksi dan komisaris, serta mengonsolidasikan BUMD melalui pembentukan dua holding utama, yakni Bank NTB Syariah untuk sektor keuangan dan NTB Capital untuk sektor non-keuangan.
"GNE menjadi bagian dari NTB Capital. Kami melakukan ini dalam rangka konsolidasi. GNE harus lebih berorientasi business to business agar bisa tumbuh," pungkas Gubernur Iqbal.