Pansel umumkan tiga nama calon Sekda NTB, berikut daftarnya

id NTB,Pansel Sekda NTB,Tiga Nama Calon Sekda NTB,Pemprov NTB

Pansel umumkan tiga nama calon Sekda NTB, berikut daftarnya

Dua Tim Pansel Sekda Nusa Tenggara Barat (NTB), Prof Riduan Mas'ud (kanan) bersama Prof Lalu Wiresapta Karyadi (kiri) dikonfirmasi di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (9/1/2026) sore. ANTARA/Nur Imansyah.

Mataram (ANTARA) - Tim panitia seleksi (Pansel) calon Sekretaris Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan nama-nama aparatur sipil negara (ASN) yang masuk tiga besar seleksi terbuka calon Sekda NTB.

Ketua Tim Pansel Daerah Sekda NTB, Prof. Riduan Mas'ud mengatakan pihaknya sudah menyerahkan tiga nama yang lolos tahap berikutnya untuk menduduki kursi Sekda definitif kepada Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal.

"Kami dari 5 orang tim pansel dua dari pusat sudah menyerahkan hasil pandangan seleksi 10 calon Sekda yang melamar. Dari nama-nama itu nilainya tidak jauh berbeda," kata Riduan didampingi anggota Tim Pansel Prof. Lalu Wiresapta Karyadi di Pendopo Gubernur NTB, Jumat.

Menurutnya, dari 10 nama yang melamar sebagai calon Sekda NTB untuk menggantikan posisi Pj Sekda Lalu Moh. Faozal, memiliki nilai yang tidak jauh berbeda. Hampir semua calon, Riduan memiliki nilai dengan selisih nol koma.

"Jadi, nilainya tidak banyak berbeda. Kita harus memeras-nya menjadi tiga besar dulu. Nanti kemudian akan ditetapkan satu orang sebagaimana biasanya duduk di Sekda. Secara keseluruhan memang hanya melihat dalam perspektif objektif ya," kata Karyadi menyambut Riduan.

Baca juga: Jabatan Pj Sekda NTB Moh Faozal berakhir 10 Januari 2026

Karyadi menyatakan, secara keseluruhan, dari 10 pejabat yang melamar calon Sekda NTB memiliki kemampuan yang sama. Kapasitas dan kapabilitas 10 calon ini masing-masing nyaris memiliki kesamaan.

"Kita syukuri ya. Kami di tim pansel tidak melakukan rembuk alot ya. Sebab untuk mencari 3 besar itu tidak jauh berbeda. Tapi kesimpulan tiga nama itu tidak sampai berjam-jam," timpal Riduan.

Riduan mengatakan tiga nama yang memiliki nilai tertinggi masuk tiga besar itu antara lain Abul Chair Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur. Kedua, Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK, Ahmad Saufi dan terakhir pejabat NTB, Ahsanul Khalik merupakan Kepala Diskominfotik NTB yang baru.

"Nilai ketiga ini selisih sedikit ya. Nama-namanya sudah kita serahkan ke Gubernur sesuai aturan untuk menyerahkan ke Kemendagri," kata Riduan.

Menurutnya, besaran nilai yang diperoleh ketiga calon Sekda NTB lolos tiga besar tersebut, akan dibuka pada Jumat malam ini. Seluruh tim pansel dari pusat juga daerah akan bertemu dengan Gubernur NTB mempertanyakan nilai ketiga calon Sekda NTB lolos tiga besar.

"Ini dilakukan supaya benar objektif tanpa intervensi ya. Jadi kami tidak mungkin intervensi tim pansel dari pusat. Dan tiga nama ini tadi sudah kita sampaikan ke pak Gubernur secara lisan," ujarnya.

Baca juga: Ketua DPRD NTB tak persoalkan asal usul calon sekda

Ia menambahkan, selisih nilai 10 calon yang melamar calon Sekda NTB itu memiliki selisih yang cukup tipis. Riduan juga menepis isu adanya keterbukaan informasi pada seleksi Sekda NTB itu.

"Tidak ada yang kita tutupi ya. Kita akan buka nanti skornya. Nah skor paling tinggi itu Abul Chair, kedua Ahmad Saufi ketiga dan Ahsanul Khalik," ujar Riduan.

Riduan menepis adanya calon Sekda impor. Karena menurutnya, seluruh pejabat adalah yang terbaik.

"Jadi semua punya keunggulan yang 10 ini. 5 orang pansel menilai dari berbagai sisi. Termasuk tentang kedaerahan, problem solving di NTB. Dan nilai ini bukan tunggal dari pansel daerah ada juga dari tim di BKN ya," imbuhnya.

Untuk tahapan selanjutnya, ketiga nama ini akan diserahkan ke Kemendagri oleh Gubernur NTB untuk menghasilkan siapa calon yang paling pas menduduki kursi Sekda NTB definitif.

"Jadi, sekarang kewenangan ada di gubernur dan pusat. Kami sudah bebas ya," tandas Riduan Mas'ud.

Baca juga: Mengimpor sekda dan merendahkan ASN daerah: Kekeliruan administratif di NTB
Baca juga: Mencari Sekda yang 'SEKDA'
Baca juga: Pemilihan Sekda: NTB di persimpangan jalan

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.