KP2MI menyiapkan guru migran, dan peningkatan kompetensi pekerja migran

id KP2MI, guru migran,peningkatan kompetensi, pekerja migran Indonesia

KP2MI  menyiapkan guru migran, dan peningkatan kompetensi pekerja migran

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani (ketiga kiri) dalam pertemuan dengan Direktur Senior Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, di Kantor KP2MI, Jumat (9/1/2026). (ANTARA/HO-KP2MI)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani menjajaki peluang kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation untuk menyiapkan guru migran dan meningkatkan kompetensi pekerja migran Indonesia lainnya.

"Putera Sampoerna Foundation memiliki rekam jejak dan jejaring kuat di bidang pendidikan, termasuk sebagai pendamping sertifikasi dari Cambridge," kata Christina dalam sebuah pernyataan pada Jumat.

"Karena itu, kami memandang mereka sebagai mitra strategis menyiapkan calon pekerja migran Indonesia yang memenuhi standar tadi," katanya, usai pertemuan dengan Direktur Senior Putera Sampoerna Foundation, Elan Merdy, di Kantor KP2MI, Jumat (9/1).

Pertemuan tersebut, kata dia, membahas penguatan peran pendidikan untuk mendukung penempatan dan pelindungan pekerja migran Indonesia yang berkelanjutan dan berbasis kompetensi.

Apalagi, lanjut Christina, ada pembahasan sebelumnya dengan Duta Besar RI untuk Uzbekistan (merangkap Kirgizstan dan Tajikistan) terkait kebutuhan pekerja migran untuk menjadi tenaga pengajar bahasa Inggris dan matematika yang mensyaratkan sertifikasi dan akreditasi internasional, salah satunya dari Cambridge.

Diskusi mereka juga berkembang pada peluang kerja sama ke berbagai sektor pendidikan lainnya, seperti sekolah vokasi yang berpotensi mendukung agenda penempatan pekerja migran berbasis keahlian.

"Salah satu opsi yang dibahas yaitu pembukaan jalur penempatan bagi mahasiswa tingkat akhir, khususnya yang mengambil jurusan bahasa Inggris dan bidang terkait, untuk bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan matematika di Asia Tengah," katanya.

"Skema ini dinilai dapat membuka peluang kerja profesional dan aman bagi lulusan pendidikan tinggi Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: KP2MI membahas potensi penempatan PMI ke Bosnia dan Herzegovina

Selain itu, Wamen Christina juga membahas kemungkinan pemanfaatan program beasiswa untuk anak-anak pekerja migran Indonesia, agar mereka dapat melanjutkan pendidikan tinggi dan dipersiapkan menjadi tenaga pendidik berstandar internasional.

"Ini bukan hanya soal penempatan, tetapi juga tentang memutus rantai kerentanan melalui pendidikan. Anak-anak pekerja migran perlu kita beri akses dan kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas hidupnya," katanya.

Kemudian, pembahasan juga mencakup peran sekolah vokasi Putera Sampoerna Foundation sebagai pusat pelatihan reskilling dan upskilling bagi calon pekerja migran dalam kerangka program SMK Go Global.

Baca juga: KP2MI mengawali program 500.000 pekerja migran terampil 2026

Christina mengatakan gagasan-gagasan itu akan ditindaklanjuti lewat pertemuan lanjutan dalam waktu dekat, termasuk penjajakan penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai dasar implementasi kerja sama yang konkret dan berkelanjutan.

"Kami melihat banyak potensi kolaborasi yang positif dan saling menguatkan. Kementerian P2MI berkomitmen memastikan setiap kerja sama benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas dan pelindungan pekerja migran Indonesia," demikian katanya.


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.