Ada instruksi asing ke demonstran untuk tembaki polisi

id iran,demonstrasi,protes

Ada instruksi asing ke demonstran untuk tembaki polisi

Ilustrasi - Aksi protes di Iran. Anadolu/as. (ANTARA/Anadolu)

Moskow (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (12/1) menyatakan bahwa para demonstran menerima perintah dari luar negeri untuk melepaskan tembakan ke arah warga sipil dan polisi.

"Kami memiliki rekaman pesan suara yang dikirim dari luar negeri kepada teroris [perusuh]: jika ada polisi, tembak polisi. Jika tidak, serang warga sipil," kata Araghchi, seperti dikutip kantor berita SNN Iran.

Ia menambahkan pesan tersebut menekankan penambahan jumlah korban dan pertumpahan darah sebagai tujuan utama.

Aksi protes di Iran pecah pada akhir Desember 2025 di tengah kekhawatiran terhadap peningkatan inflasi akibat melemahnya nilai tukar rial. Para demonstran memprotes volatilitas tajam kurs mata uang nasional itu dan dampaknya terhadap harga grosir dan eceran.

Situasi tersebut mendorong Gubernur Bank Sentral Iran Mohammad Reza Farzin mengundurkan diri. Sejak 8 Januari, menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan pada 1979, aksi unjuk rasa di Iran dilaporkan semakin meningkat.

Baca juga: AS memihak rakyat Iran 'berani' di tengah gelombang protes

Akses internet kemudian diblokir untuk meminimalkan pengaruh asing terhadap para demonstran, menurut otoritas setempat. Di sejumlah kota, protes berubah menjadi bentrokan dengan polisi, ketika massa meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah. Ada laporan tentang korban tewas di antara aparat dan demonstran.

Baca juga: Iran telah mengundang Prabowo berkunjung ke Iran

Dalam pertemuan dengan para duta besar asing pada Senin, Araghchi mengatakan pihak berwenang telah mengendalikan situasi.

"Situasi terkendali," katanya, seraya menambahkan bahwa pembatasan internet masih diberlakukan sampai situasi kembali kondusif.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti


Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.