Pertagas pasok gas mendukung operasional RDMP Balikpapan

id RDMP Balikpapan,Kilang Balikpapan,Pipa Gas Senipah Balikpapan,Pertagas

Pertagas pasok gas mendukung operasional RDMP Balikpapan

Pekerja mengecek peralatan di unit pemurnian LPG hasil dari Unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) di Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/12/2025). Unit Pemurnian yang merupakan salah satu unit baru yang dibangun di proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan itu mampu memproduksi mencapai 43 ribu ton per tahunnya guna memperkuat ketahanan energi nasional. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz

Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Gas (Pertagas) mendukung kelancaran operasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dari sisi suplai gas, melalui pembangunan proyek pipa gas Senipah–Balikpapan yang menjadi bagian dari infrastruktur terintegrasi RDMP.

Dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Selasa, Direktur Utama Pertamina Gas Indra P. Sembiring mengatakan bahwa pipa gas Senipah–Balikpapan yang telah beroperasi sejak 31 Desember 2023 merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang berperan penting dalam mendukung peningkatan kapasitas pengolahan dan produksi Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) dan RU V.

"Pipa gas Senipah–Balikpapan merupakan bagian dari infrastruktur terintegrasi di Balikpapan yang diresmikan Presiden Prabowo. Melalui infrastruktur gas ini, Pertagas sebagai pengelola, mendukung penuh keandalan operasional RU V dan Kilang Pertamina Balikpapan untuk memperkuat suplai energi nasional secara berkelanjutan," ujar Indra.

Interkoneksi pipa gas Senipah–Balikpapan sepanjang lebih kurang 78 kilometer dibangun untuk menyalurkan gas bumi dari wilayah hulu, yaitu K3S di Senipah, Kalimantan Timur, menuju ke kilang Balikpapan dengan kapasitas penyaluran mencapai 125 MMSCFD (juta standar kaki kubik per hari).

Optimalisasi penyaluran gas tersebut menjadi elemen penting dalam menjaga kontinuitas dan efisiensi operasional RDMP Balikpapan.

"Suplai gas yang andal melalui jaringan pipa ini akan memastikan operasional RDMP Balikpapan yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi, sekaligus mendukung pencapaian target net zero emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060," kata Indra.

Baca juga: Pipa gas utama Petronas di Malaysia terbakar sebabkan korban luka

Pembangunan pipa gas Senipah–Balikpapan lalu juga mengedepankan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekitar 51 persen sehingga turut berkontribusi dalam mendorong pengembangan industri dalam negeri.

Pertagas berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam penguatan ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan pengelolaan infrastruktur gas bumi yang andal, sekaligus mendukung keberlanjutan operasional kilang dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca juga: Kondisi pipa gas bumi di Batam terawat baik

Pernyataan tersebut terkait dengan peresmian proyek RDMP atau revitalisasi Kilang Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1).

Proyek RDMP Balikpapan ini memiliki nilai investasi sekitar 7,4 miliar dolar AS atau setara Rp124,79 triliun (kurs Rp16.864).

Melalui pembangunan RDMP, kapasitas produksi BBM meningkat dari sebelumnya 260 ribu barel per hari (KBPD) menjadi 360 KBPD setara Euro V.

Selain itu, proyek ini menaikkan Indeks Kompleksitas Kilang dari 3,7 menjadi 8, dan persentase nilai produk meningkat menjadi 91,8 persen dari sebelumnya 75,3 persen.

Pengembangan kilang Balikpapan menjadi langkah penting untuk mewujudkan swasembada energi sesuai program Astacita, sehingga Indonesia tidak lagi mengandalkan impor bahan bakar minyak (BBM) dan liqufied petroleum gas (LPG) untuk kebutuhan dalam negeri.

Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.