Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengapresiasi inovasi pengolahan sampah secara mandiri di SMPN 10 Mataram, sekaligus menjadi edukasi dini siswa terhadap kesadaran pentingnya menjaga lingkungan.
"SMPN 10 Mataram selama ini aktif mengolah sampah organik dan anorganik secara mandiri di lingkungan sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf di Mataram, Senin.
SMPN 10 Mataram berada persis di depan pasar tradisional Kebon Roek, kendati demikian halaman sekolah mereka bersih dan tertata rapi.
Bahkan dalam beberapa tahun terakhir, sekolah itu sering menjadi lokasi percontohan untuk pengolahan sampah secara mandiri.
Baca juga: Tempah Dedoro diperluas di Mataram, Sekolah jadi pengolah sampah organik
SMPN 10, katanya, menyiapkan wadah untuk sampah plastik khusus sesuai jenisnya seperti botol bekas air mineral, plastik bekas bungkus makanan ringan dan lainnya.
Selanjutnya, pihak sekolah mengajak para siswa untuk mengolah sampah plastik tersebut menjadi infrastruktur atau dekorasi di sekolah tersebut.
Misalnya, menjadi tempat duduk, penataan taman, bahkan logo sekolah mereka dibuat menggunakan botol bekas berisi sampah plastik.
Selain itu, katanya, untuk mengolah sampah organik di SMPN 10 Mataram juga mengembangkan maggot, sehingga sampah organik yang dihasilkan dari lingkungan sekolah terurai oleh maggot.
Baca juga: Disdik Mataram meminta sekolah-kelurahan bersinergi tangani sampah
Sisa sampah yang dimakan maggot, bisa menjadi pupuk kompos digunakan untuk pupuk tanaman di halaman sekolah, sedangkan maggot hasil panen bisa dijual ke Mataram Maggot Center.
"Kepala sekolah di SMPN 10 ini memang kreatif, karena itu kami ingin tarik ke SMPN 6 Mataram agar bisa menularkan inovasinya," katanya.
Namun demikian, lanjutnya, untuk memasifkan program pengolahan sampah secara mandiri di lingkungan sekolah, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah.
Hal itu, termasuk untuk program pengolahan sampah organik melalui media "tempah dedoro" yang baru dicanangkan pemerintah kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram.
"Targetnya ke depan semua sekolah mulai dari TK, SD, dan SMP, memiliki media 'tempah dedoro' untuk membatu pengurangan sampah di buang ke tempat pembuangan akhir (TPA)," katanya.
Baca juga: Sekolah di Mataram mulai mengelola dan mengolah sampah
Baca juga: Siswa Mataram bayar bus sekolah dengan sampah
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026