Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (22/1), meluncurkan Dewan Perdamaian bentukan pemerintahannya dan mengatakan lembaga tersebut akan bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menangani krisis global yang melampaui Jalur Gaza.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut saat menjamu hampir dua lusin pemimpin dunia di sela-sela Forum Ekonomi Dunia, dalam sebuah upacara penandatanganan dokumen pendirian dewan tersebut.

“Kami berkomitmen untuk memastikan Gaza didemiliterisasi, dikelola dengan baik, dan dibangun kembali dengan indah. Ini akan menjadi rencana yang hebat, dan di situlah Dewan Perdamaian benar-benar dimulai,” kata Trump.

Baca juga: Di panggung dunia, Prabowo teken Piagam Perdamaian Gaza bersama Trump

Ia menambahkan bahwa mandat dewan itu dapat diperluas ke isu-isu lain seiring keberhasilan upaya di Gaza.

“Saya pikir kita dapat memperluasnya ke hal-hal lain seiring keberhasilan kita di Gaza,” ujarnya.

Trump juga menegaskan Dewan Perdamaian akan bekerja bersama PBB setelah lembaga tersebut terbentuk sepenuhnya.

“Setelah dewan ini sepenuhnya terbentuk, kita dapat melakukan hampir semua yang ingin kita lakukan, dan kita akan melakukannya bersama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” ujarnya.

Baca juga: Presiden Prabowo hadiri peluncuran Dewan Perdamaian Gaza di Davos Swiss

Perwakilan dari berbagai negara menandatangani dokumen pendirian organisasi tersebut. Namun, rincian mengenai mandat resmi dan piagam Dewan Perdamaian belum diumumkan.

Pertanyaan mengenai ruang lingkup kewenangan dewan itu telah lama beredar. Pernyataan Trump tersebut tampaknya mengonfirmasi bahwa Dewan Perdamaian akan terlibat dalam urusan global yang jauh melampaui Gaza, di tengah kritiknya terhadap apa yang ia sebut sebagai kegagalan PBB memanfaatkan "potensi luar biasa" yang dimilikinya.

"Ada potensi luar biasa dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Saya pikir kombinasi Dewan Perdamaian dengan orang-orang seperti yang kita miliki di sini, ditambah dengan PBB, dapat menjadi sesuatu yang sangat, sangat unik bagi dunia,” tutur Trump.

Baca juga: Indonesia siap gabung dengan Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026