Bogor, Jawa Barat (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, baik pusat maupun daerah, agar memiliki kewaspadaan dan pemahaman yang utuh terhadap situasi global, karena perkembangan dunia internasional berpengaruh langsung terhadap kepentingan nasional.
Hal itu dikatakan Presiden saat memberikan taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.
"Kita melihat sekarang negara-negara besar yang mengajarkan kita untuk demokrasi, untuk hak asasi manusia, untuk the rule of law, untuk menjaga lingkungan hidup. Merekalah yang melanggar apa yang mereka ajarkan," kata Prabowo.
"Puluhan ribu wanita, orang tua, anak-anak tidak berdosa dibantai dan banyak negara yang diam. Di mana hak asasi manusia? Di mana demokrasi yang mereka ajarkan? Karena itu saudara-saudara, kita sebagai pemimpin, kita harus waspada, kita harus mengerti," imbuhnya.
Baca juga: Prabowo ingatkan ancaman perang Dunia III: Indonesia bisa terdampak
Presiden menilai Indonesia tidak hidup dalam ruang yang terpisah dari dinamika global. Sejak awal kemerdekaan, Indonesia berada di tengah pertarungan kepentingan dan ideologi dunia, mulai dari rivalitas blok besar hingga konflik geopolitik yang terus berlangsung hingga saat ini.
Prabowo menekankan pengalaman sejarah bangsa yang panjang, termasuk masa penjajahan dan berbagai bentuk intervensi asing, menjadi pelajaran penting bagi kepemimpinan nasional.
Oleh karena itu, para pemimpin pemerintahan diminta tidak bersikap lugu dalam membaca situasi, tetapi memahami konteks sejarah dan tantangan yang dihadapi bangsa.
Menurut Presiden, berbagai konflik internasional, termasuk perang di Ukraina dan konflik di Gaza, Palestina memiliki dampak luas yang juga dirasakan oleh Indonesia.
"Ini kenyataan. Jadi Indonesia, kita harus sadar bahwa kita tidak hidup sendiri. Perang Ukraina akan berpengaruh kepada kita. Peristiwa di Gaza berpengaruh kepada kita saudara-saudara," ujarnya.
Baca juga: Prabowo sentil kepala daerah: Jangan bongkar situs sejarah perjuangan bangsa
Presiden juga menilai konsep Indonesia sebagai negara berdaulat tidak selalu diterima oleh seluruh kekuatan dunia.
Sejumlah dinamika internasional sejak awal kemerdekaan menunjukkan adanya tekanan dan tantangan yang harus dihadapi secara terus-menerus.
Atas dasar itu, Kepala Negara mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk meningkatkan kewaspadaan serta memahami tantangan global sebagai bagian dari tanggung jawab dalam menjaga kepentingan bangsa dan negara.
"Jadi saudara-saudara, ini yang saya ingin sampaikan ke seluruh barisan pemerintahan. Marilah kita waspada. Marilah kita mengerti tantangan-tantangan yang ada di dunia ini," pungkasnya.
Baca juga: Prabowo--Abraham Samad bahas pengalaman berantas korupsi, Isu revisi UU KPK ditepis
Baca juga: Prabowo: Rakyat Indonesia mendambakan pemimpin yang jujur dan adil
Baca juga: Prabowo temui sejumlah tokoh, Istana: Demi kepentingan bangsa
Pewarta : Fathur Rochman
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026