Jakarta (ANTARA) - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting guna memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional yang terintegrasi.
CEO VKTR Anindya Bakrie dalam pernyataan di Jakarta, Rabu menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang solid dan berkelanjutan.
“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik tidak dapat bergantung pada satu pemangku kepentingan saja. Diperlukan kolaborasi antara pelaku industri, pemerintah, lembaga riset, dan asosiasi agar manufaktur lokal mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan manufaktur lokal menjadi fondasi strategis dalam mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik di Tanah Air.
Adapun pada Selasa (3/2) pihaknya menggelar VKTR Day yang mempertemukan mitra strategis, pemerintah, pelaku industri, hingga asosiasi untuk menyatukan langkah mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis manufaktur dalam negeri.
Anindya mengatakan perusahaan yang dipimpinnya tersebut berkomitmen untuk memperluas kolaborasi strategis melalui kemitraan riset dengan BloombergNEF yang dijalin melalui Bakrie Center Foundation.
Kerja sama ini diharapkan memperkuat dukungan data dan riset strategis dalam mendukung inisiatif elektrifikasi transportasi, serta penguatan industri kendaraan listrik nasional.
Sebagai bentuk realisasi konkret, VKTR melakukan serah terima 10 unit kendaraan listrik kepada instansi pemerintah daerah, terdiri dari lima unit compactor untuk Dinas Lingkungan Hidup dan lima unit dump truck untuk pengelolaan sumber daya air.
Kendaraan tersebut akan digunakan untuk pengangkutan sampah perkotaan yang selanjutnya diolah menjadi energi. Langkah ini sekaligus mendukung implementasi program Waste to energy (WtE) dan pengurangan emisi karbon di sektor transportasi, serta pengelolaan limbah.
Direktur VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menilai integrasi kendaraan listrik dalam rantai nilai pengelolaan sampah menjadi bukti bahwa sektor transportasi dapat berperan langsung dalam transisi energi nasional.
“Integrasi mobilitas listrik ke dalam rantai nilai waste to energy menunjukkan bahwa sektor transportasi dapat berperan langsung dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ujarnya.
Baca juga: Desain chip jadi fondasi kemandirian semikonduktor nasional
Selain itu, VKTR juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Panah Perak Megasarana untuk penyediaan truk listrik dalam distribusi pelet biomassa.
Kerja sama tersebut disaksikan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia yang nantinya akan mengolah pelet biomassa menjadi energi. Kolaborasi ini memperlihatkan integrasi kendaraan listrik dalam rantai pasok energi terbarukan.
Dari sisi portofolio bisnis, VKTR memaparkan sejumlah capaian pengiriman kendaraan listrik di berbagai sektor. Perusahaan telah menyerahkan tiga unit bus listrik kepada perusahaan pertambangan BUMN untuk mobilisasi karyawan.
Baca juga: Komisi VII DPR mendorong penguatan jamu lokal UMKM lewat pembinaan
Selain itu, sebanyak 50 unit bus listrik telah dikirimkan untuk Transjakarta melalui operator DAMRI dari total pesanan 80 unit, dengan 30 unit lainnya telah selesai dirakit dan memasuki tahap karoseri.
VKTR juga tengah memproduksi dua unit shuttle bus listrik berukuran 8 meter untuk salah satu institusi pendidikan di Jawa Tengah yang ditargetkan terkirim pada akhir kuartal II 2026.
Pewarta : Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026