Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini memastikan layanan publik tetap berjalan, meskipun terdapat aparatur sipil negara (ASN) yang mengikuti pelatihan komponen cadangan (komcad).
“Ada kekhawatiran, bagaimana pelayanan publik? Pelayanan publik kan harus tetap jalan begitu ya,” ujar Rini di Gedung Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa.
Rini menjelaskan pelayanan publik tetap bisa berjalan karena tidak semua ASN menjadi komcad. Selain itu, dia mengatakan ASN yang menjadi komcad setelah dinyatakan memenuhi syarat, maka tidak langsung berangkat pada keesokan harinya.
Baca juga: Pemerintah peduli lulusan baru pada CPNS 2026
“Ikut komcad, dan besok langsung berangkat? Enggak,” katanya.
Ia menjelaskan instansi terkait perlu menyiapkan ASN yang kemungkinan memenuhi persyaratan untuk menjadi komcad terlebih dahulu.
“Memang disiapkan, dan ada kuotanya. Ada surat dari Menteri Pertahanan untuk kuotanya, begitu,” ujarnya.
Baca juga: Menteri PANRB-Menlu perkuat organisasi Perwakilan Indonesia di luar negeri
Sebelumnya, pada 31 Januari 2026, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memastikan sebanyak 4.000 ASN kementerian/lembaga di Jakarta akan diikutsertakan sebagai komcad. Menhan mengatakan para ASN tersebut berusia sekitar 18-35 tahun, dan akan diikutsertakan dalam berbagai pelatihan dasar militer.
Pada 10 Februari 2026, Wakil Menhan Donny Ermawan Taufanto mengatakan pendidikan dasar untuk 4.000 ASN kemungkinan dilaksanakan pada April 2026. Sementara pada 11 Februari 2026, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan TNI AD siap memfasilitasi pendidikan bagi 4.000 ASN tersebut.
Pewarta : Rio Feisal
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026