Jakarta (ANTARA) - Pelatih RANS Simba Bogor Antonius Joko Endratmo mengatakan solid dalam bertahan menjadi kunci kemenangan 95-84 melawan Satria Muda Pertamina Bandung, dalam pertandingan IBL pekan ke-10.

Menurut dia, Juan Laurent Kokodiputra dan kawan-kawan berhasil meredam para pemain lawan, seperti Yudha Saputera, Abraham Damar Grahita, Jalen Jones, dan Jordan Treyvon Ivy-Curry, sehingga perolehan poin dihambat.

"Melawan tim sekelas Satria Muda tidak mudah apalagi di kandang mereka, jadi saya sangat mengapresiasi perjuangan para pemain dalam menghambat pergerakan lawan," kata Antonius setelah  pertandingan di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam.

Dia menilai para pemain sukses menjaga kestabilan bermain, meski pada kuarter keempat diimbangi lawan sampai dipaksa melewati overtime.

"Lawan memiliki banyak penembak tiga angka dan itu salah satu kekuatan mereka, jadi keberhasilan menghambat hal tersebut membuat kami pada akhirnya bisa meraih kemenangan," ujar mantan Pelatih Tangerang Hawks Basketball itu.

Forward RANS Simba Bogor Juan Laurent Kokodiputra senang bisa mengalahkan Satria Muda karena sangat mengetahui detail kekuatan para pemain tim itu.

"Selalu berat melawan mereka, karena saya tahu para pemainnya, tentang pelatihnya, jadi kami harus bersyukur bisa menang walaupun sampai overtime," ujar pemain yang baru ditukar oleh Satria Muda pada awal pekan ke-10 itu.

Baca juga: Pacific kedodoran bertahan kala lawan Kesatria

Power forward asing RANS, Aaron Craig Fuller, membukukan double-double fantastis 41 poin dan 17 rebound, serta satu assist, blok, dan steal.

Torehan itu diikuti Kenyon Joseph Buffen dan Reggie William Mononimbar, yang masing-masing mencetak 20 dan 10 poin.

Baca juga: Satria Muda tumbang di kandang dikalahkan RANS

Yudha Saputera memimpin tuan rumah dengan 20 poin, dua rebound, dan tujuh assist.

RANS Skini bertengger di peringkat kelima klasemen IBL dengan 20 poin dan catatan 6-8, sedangkan Satria Mudadi posisi kedua dengan 26 poin dan rekor 12-2.

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026