"Sektor pertambangan sangat memperngaruhi saat ini. Kalau pendapatan dari sektor pertambangan berkurang PAD jadinya kecil,"
Mataram (ANTARA) - Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Partai NasDem Dapil V Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat Fakhruddin Rob berjuang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pertambangan di daerahnya.
"Sektor pertambangan sangat mempengaruhi saat ini. Kalau pendapatan dari sektor pertambangan berkurang PAD jadinya kecil," ujar anggota Komisi IV yang membidangi infrastruktur dan pembangunan tersebut ketika dihubungi dari Mataram, Minggu.
Karena itu pihaknya mencoba memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan PAD dari sektor pertambangan sebelum mereka pergi atau habis masa penambangannya.
Beberapa hari lalu alumni Hubungan Internasional Fisipol Universitas Darul Ulum Jombang ini telah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian ESDM di Jakarta untuk memperjuangkan hal tersebut.
"Sebelum mereka pergi pendapatannya harus ditingkatkan, daerahnya kaya tetapi PAD-nya kecil," kata alumni Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo tersebut.
Pria yang akrab dipanggil Ace ini mengatakan dengan tambang batu hijau ini orang yang tidak masuk dalam orang terkaya di Indonesia akan masuk nominasi.
Tambang Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, adalah salah satu tambang tembaga dan emas terbuka terbesar di Indonesia dan dunia, yang dioperasikan oleh PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sejak 2000.
"Kalau kita mengandalkan dana bagi hasil dan pemberdayaan masyarakat memang secara aturan betul tetapi marilah kita dibantu agar secara PAD ada peningkatan APBD NTB," katanya.
APBD NTB 2026 disahkan dengan pendapatan Rp5,64 triliun dan belanja daerah Rp5,73 triliun (per Januari 2026).
"Kami harapkan ada peningkatan. Kami ke pusat karena IUP ada di Kementerian ESDM," kata anggota DPRD PAW sisa masa jabatan 2024 - 2029 tersebut.
Pewarta : Pewarta NTB
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026