"Harkitnas bukan sekadar peringatan tahunan yang hadir setiap 20 Mei. Ia adalah pengingat bangsa ini pernah dibangunkan oleh kesadaran, digerakkan oleh keberanian, dan dibesarkan oleh orang-orang yang tidak rela masa depan bangsanya ditentukan oleh k
Mataram (ANTARA) - Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat, Baiq Isvie Rupaeda mengajak masyarakat dan generasi muda setempat untuk menjadikan Hari Kebangkitan Nasional sebagai momentum memperkuat rasa nasionalisme dan menjaga tunas bangsa.
"Harkitnas bukan sekadar peringatan tahunan yang hadir setiap 20 Mei. Ia adalah pengingat bangsa ini pernah dibangunkan oleh kesadaran, digerakkan oleh keberanian, dan dibesarkan oleh orang-orang yang tidak rela masa depan bangsanya ditentukan oleh keadaan," kata Isvie di Mataram, Rabu.
Ia menilai tema Harkitnas tahun ini, "Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara," memberi pesan yang sangat relevan bagi warga NTB. Masa depan bangsa tidak cukup dibicarakan dalam forum-forum besar, tetapi harus dijaga sejak dari tunas-nya.
"Anak-anak, pelajar, mahasiswa, santri, pemuda, generasi digital, pekerja, petani, nelayan, wirausaha, dan seluruh generasi yang sedang tumbuh di rumah, sekolah, kampus, pesantren, desa, dusun, pesisir, pegunungan, hingga kota. Mereka adalah masa depan yang sedang berjalan hari ini," tegas Ketua DPRD NTB.
Menjaga tunas bangsa bukan berarti melindungi mereka dari ancaman fisik. Lebih jauh dari itu, memastikan mereka tumbuh dengan ilmu, akhlak, karakter, keterampilan, rasa percaya diri, dan harapan. Mereka tidak boleh tumbuh dalam kemiskinan cita-cita.
Menurutnya, NTB membutuhkan generasi yang berani berdiri tegak. Generasi yang tidak hanya ingin mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan pekerjaan. Generasi yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menguasai dan memanfaatkannya.
Karena itu, kebangkitan NTB harus nyata, bukan hanya slogan, bukan hanya seremoni dan bukan hanya pidato yang selesai setelah tepuk tangan. NTB harus bangkit dalam pendidikan, ekonomi, kesehatan, pertanian, pariwisata, UMKM, kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan dan keberanian anak mudanya mengambil peran.
Pemerintah daerah harus terus memperbaiki pelayanan publik dan membuka ruang bagi lahirnya kebijakan yang berpihak pada masa depan generasi. DPRD harus hadir mengawal dan memastikan arah pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat.
Dunia usaha juga harus ikut membuka ruang pertumbuhan ekonomi. Anak-anak muda harus berani mengambil peran, bukan hanya menunggu giliran.
Kebangkitan dimulai dari rumah yang mendidik anak-anak dengan kasih sayang dan keteladanan. Dari sekolah yang menyalakan rasa ingin tahu. Dari kampus yang melahirkan solusi. Dari desa yang menggerakkan potensi lokal.
"Kita harus mewariskan keberanian, ilmu, akhlak, etos kerja, cinta tanah air, NTB yang lebih maju, lebih adil, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat," kata Isvie.
Peringatan Harkitnas tahun ini hendaknya menjadi momentum bagi masyarakat NTB untuk bergerak dengan kesadaran baru, bangkit dari cara berpikir lama, mental bergantung, rasa rendah diri. Bangkit dari perpecahan, bangkit dari kebiasaan menunda dan bangkit dari sekadar berharap menjadi sungguh-sungguh bekerja.
"Saya meyakini masa depan daerah ini tidak ditentukan oleh satu orang, satu lembaga, atau satu kebijakan semata. Masa depan NTB ditentukan oleh kemampuan kita membangun kesadaran bersama setiap orang punya peran dalam kebangkitan daerah," ucap Isvie.
Oleh karena itu, lanjut Isvie, Indonesia yang kuat hanya mungkin lahir dari daerah-daerah yang kuat dan NTB harus menjadi salah satu kekuatan terbaik bagi Indonesia.
"Mari kita jaga tunas bangsa, kuatkan generasi, bangkitkan ekonomi, rawat persatuan. Kita jadikan NTB sebagai daerah yang tidak hanya kaya potensi, tetapi juga kuat dalam tindakan, berani dalam inovasi, dan matang dalam membangun masa depan," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026