"Mini GOR tersebut dihajatkan sebagai fasilitas olahraga terpadu guna mendukung peningkatan prestasi atlet,"

Mataram (ANTARA) - Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera mengkaji kembali usulan pembangunan mini gelanggang olahraga (GOR) untuk menyediakan sarana dan prasarana olahraga yang representatif guna meningkatkan prestasi serta kualitas atlet di kota itu.

"Mini GOR tersebut dihajatkan sebagai fasilitas olahraga terpadu guna mendukung peningkatan prestasi atlet," kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Mataram, Lalu Samsul Adnan di Mataram, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan karena usulan pembangunan mini GOR yang telah diajukan pada tahun 2024 ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) tertahan karena adanya perubahan kebijakan dan kewenangan terkait pembangunan fisik di tingkat pemerintah pusat.

Memasuki tahun 2025, seluruh kewenangan terkait kegiatan pembangunan fisik dialihkan dari Kemenpora ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Jadi sejak 2025, semua kewenangan kegiatan fisik dialihkan ke Kementerian PUPR. Sementara proposal kami sebelumnya masuk di Kemenpora sehingga perlu  ditindaklanjuti dan diulang lagi proses usulan dari awal," katanya. 

Dikatakan, keberadaan mini GOR dinilai sangat krusial bagi Kota Mataram yang hingga saat ini belum memiliki gedung olahraga serbaguna sendiri.

Selama ini, para atlet di Kota Mataram masih memanfaatkan fasilitas dari masing-masing induk organisasi olahraga (Inorga) untuk melakukan pemusatan latihan.

Samsul mengatakan, konsep mini GOR yang dibutuhkan adalah gedung indoor yang serbaguna dan dapat menampung berbagai cabang olahraga (cabor), seperti mini soccer, futsal, basket, hingga olahraga bela diri, lengkap dengan area parkir yang memadai.

"Niat kami tetap ada karena Kota Mataram memang belum punya mini GOR yang sifatnya serbaguna untuk menampung kegiatan teman-teman olahraga," katanya.

Sementara terkait besaran anggaran dan luas lahan yang dibutuhkan, pihak Dispora mengaku belum dapat merinci secara pasti karena masih perlu mengkaji untuk lokasi dan teknis perencanaan. 

Dalam pelaksanaan, pihaknya juga tidak mengandalkan APBD Kota Mataram secara penuh, melainkan terus berupaya mendapatkan dukungan anggaran dari pusat melalui Kementerian PUPR.

Untuk melancarkan rencana tersebut, Dispora Kota Mataram akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR setempat agar usulan pembangunan fisik ini dapat diajukan kembali secara tepat sasaran ke pemerintah pusat.

Data Dispora Kota Mataram menyebutkan, usulan proposal sebelumnya diajukan pada tahun 2024 untuk pembangunan mini GOR itu sebesar Rp27 miliar di atas lahan sekitar satu hektare, berlokasi di areal Taman Bumi Gora agar menjadi satu kesatuan dengan "Mataram Water Park".

"Sedangkan untuk angka riil kebutuhan dan lokasi terbaru, akan kami kaji untuk disesuaikan dengan kondisi saat ini," katanya lagi.



Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026