Mataram, 31/10 (ANTARA) - Sejumlah warga Sayang-Sayang, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) nekat membakar dua unit warung karaoke, yang ditengarai sebagai tempat mesum.

  Aksi pembakaran warung karaoke atau kafe yang beroperasi di Jalan A. Yani, Sayang-Sayang, Sabtu siang itu, terjadi hanya beberapa menit setelah puluhan warga berunjuk rasa di Kantor Kelurahan Sayang Sayang, menuntut pembubaran kafe itu.

  Aksi massa di Kantor Lurah Sayang-Sayang itu merupakan aksi lanjutan dari aksi pertama yang digelar Senin (26/10) lalu, yang menuntut empat kafe di perkampungan Sayang-Sayang itu dibubarkan.

  Keempat kafe yang dimaksud yakni Warung Karaoke L & L, Lesehan Yuli, Kafe Sayang dan Ririye Kafe.

  Namun, hanya dua kafe yang dibakar massa setelah unjuk rasa di Kantor Lurah Sayang-Sayang itu yakni Warung Karaoke L & L, Lesehan Yuli, dan kerugian akibat aksi pembakaran itu diperkirakan lebih dari Rp50 juta.

  Warung Karaoke L & L berbentuk bangunan semi permanen berdinding bambu sebanyak dua unit dan memiliki beberapa tempat berteduh (dalam bahasa Sasak disebut bruga) serta ditunjang fasilitas musik dan karaoke.

  Sementara Lesehan Yuli lokasinya akan menjorok ke perkampungan dan juga berbentuk bangunan semi permanen yang didukung fasilitas musik dan karaoke.

  Kafe Sayang dan Ririye Kafe pun demikian, namun luput dari amukan massa karena warga setempat beserta aparat kepolisian berseragam berupaya menghadang kelompok masyarakat yang hendak membakar kedua kafe.

  Menurut sejumlah saksi mata, aksi pembakaran itu dilatari kekesalan terhadap keempat kafe yang beroperasi hingga larut malam dan terkesan sebagai lokalisasi, namun permasalahan tersebut tidak segera disikapi aparat kelurahan maupun pihak berwajib lainnya.

  Kapolres Mataram, AKBP I Nyoman Sukena, yang ditemui wartawan di sela-sela pemantauan aksi pembakaran kafe itu, mengatakan, pihaknya tengah menyelidiki pemicu aksi pembakaran kafe itu.

  Polisi pun tengah mengembangkan berbagai keterangan guna mengetahui pihak-pihak yang terlibat langsung dalam aksi pembakaran atau perbuatan merugikan orang lain itu.

  "Pelaku pembakaran masih diselidiki, diduga aksi pembakaran itu terjadi karena warga kesal terhadap pengalihan fungsi rumah makan atau lesehan menjadi warung karaoke yang dianggapnya sebagai tempat mesum," ujarnya.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026