"Saat ini kami sedang berupaya agar target tersebut tercapai dengan mencetak sebanyak 10 ribu wirausaha baru pada tahun ini," kata Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi NTB, H. Muhammad Nur, ketika membuka semiloka pengembangan wirausaha baru di Mataram, Sabtu.
Menurut dia, tumbuhnya wirausaha baru pada suatu daerah tidak bisa terlepas dari komitmen dan peran pemerintah dalam menekan angka pengangguran.
Untuk itu, pihaknya menargetkan 10 ribu wirausaha baru tumbuh dan berkembang setiap tahun selama lima tahun ke depan dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan yang masih cukup tinggi yakni mencapai 500 ribu orang pada 2008.
Dengan wirausaha baru atau yang lebih dikenal dengan "entrepreneurship" akan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitarnya, sehingga perekonomian masyarakat NTB akan tumbuh dan berkembang lebih cepat.
Ia mengatakan, pihaknya sudah melatih sebanyak 5.583 orang atau 55,83 persen wirausaha baru dari target 100 ribu. Dari jumlah tersebut diharapkan 50 persennya berhasil dan mampu membuka peluang kerja bagi orang lain di sekitarnya,
"Wirausaha baru salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran kemiskinan di NTB, karena dapat membuka lapangan kerja sendiri dan menarik karyawan," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) NTB Muhammad Nur Asikin Amin mengatakan, target untuk mencetak wirausaha baru tak terlepas dari komitmen pemerintah provinsi dan DPRD NTB.
Komitmen semua pihak yang terkait itu sangat menentukan perkembangan wirausaha baru terutama dalam hal penganggaran untuk pelatihan serta bantuan modal awal bagi wirausaha baru tersebut.
"Yang terpenting adalah komitmen bersama untuk menumbuhkan semangat jiwa entrepreneurship atau jiwa berwirausaha baru bagi masyarakat," katanya.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026