Mataram, 2/12 (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat angka deflasi gabungan Kota Mataram dan Bima, NTB, pada November 2009 mencapai 0,37 persen.

   "Deflasi sebesar 0,37 persen tersebut terjadi karena adanya penurunan indeks pada tiga kelompok, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 0,60 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 1,55 persen serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,03 persen," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB Ni Kadek Adi Madri, di Mataram, Rabu.

   Sementara kelompok yang mengalami inflasi, kata dia, yakni kelompok  makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,34 persen, kelompok sandang  1,03 persen, kelompok kesehatan  0,41 dan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,25 persen.

   Jika dirinci menurut kota-kota, indeks harga konsumen (IHK) di NTB, Kota Mataram mengalami deflasi pada November 2009 sebesar 0,52 persen, sedangkan Kota Bima mengalami inflasi  0,21 persen.

   Laju inflasi ''year on year'' Kota Mataram untuk bulan November 2009 terhadap bulan November 2008 sebesar 3,14 persen, sedangkan Kota Bima sebesar 4,24 persen.

   "Dengan angka tersebut, maka lanju inflasi gabungan Kota Mataram dan Kota Bima tahun kalender (Januari-November 2009) mencapai 2,76 persen dan laju inflasi 'year on year' (November 2009 - November 2008) mencapai 3,37 persen," katanya.

   Ia menambahkan pada November 2009, dari 66 kota yang menghitung IHK tercatat 40 kota mengalami inflasi dan 21 kota mengalami deflasi.

   Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado sebesar 1,27 persen dan  terendah di Kota Cilegon 0,01 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Singkawang sebesar 1,41 persen dan terendah di Kota Sukabumi 0,01 persen.

   ''Untuk Wilayah Bali dan Nusra dari lima kota yang menghitung IHK tercatat empat kota mengalami inflasi, yaitu Kota Maumere sebesar 0,04 persen, Kota Bima 0,21 persen, Kota Kupang 0,12 persen, dan Kota Denpasar 0,10 persen, sedangkan Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,52 persen,'' katanya. (*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026