Mataram, 12/12 (ANTARA) - Kebijakan pemadaman listrik bergilir yang ditempuh manajemen PLN Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak awal Desember akan terus berlanjut hingga akhir bulan mendatang.  

  Deputi Manager Komunikasi PT PLN Wilayah NTB, Lalu Mawardi, di Mataram, Jumat, mengatakan, perbaikan sejumlah mesin pembangkit listrik belum rampung sehingga pemadaman bergilir masih berlanjut hingga akhir Desember mendatang.

  "Ada tiga unit mesin pembangkit berkapasitas besar yang harus diperbaiki sehingga terjadi pemadaman bergilir dan baru akan rampung beberapa minggu lagi," ujarnya.

  Mawardi menyebut mesin pembangkit listrik yang diperbaiki itu yakni mesin unit V di kawasan pembangkit Tanjung Karang, Ampenan, Mataram, berkapasitas 6,5 Mega Watt (MW) dan dua unit mesin pembangkit masing-masing berkapasitas 5 MW di kawasan pembangkit Paok Montong, Lombok Timur.

  Dengan demikian, dalam masa perbaikan tiga unit mesin pembangkit itu terjadi kekurangan aliran listrik berkapasitas 16,5 MW sehingga ditempuh kebijakan pemadaman bergilir di berbagai lokasi.

  Menurut dia, perbaikan dua unit mesin pembangkit listrik di Paok Montong itu akan segera rampung sehingga pemadaman bergilir di sejumlah lokasi akan dihentikan.

  "Kalau mesin berkapasitas 6,5 MW di Tanjung Karang itu masa perbaikannya sampai akhir Desember sehingga pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah lokasi di Kota Mataram," ujarnya.

  Ia mengatakan, total daya mampu mesin pembangkit listrik di wilayah NTB mencapai 138,4 MW dan beban puncaknya telah mencapai 135,5 MW untuk kebutuhan pelanggan yang mencapai 358.056 rumah tangga/perusahaan. Khusus siang hari total beban puncak hanya 66,5 MW.

  Pengelolaan pembangkit listrik di wilayah NTB itu dikelompokkan menjadi tiga sistem yakni sistem Lombok, Sumbawa dan Bima.

  Khusus sistem Lombok, daya mampunya berkapasitas 101,4 MW setelah ada penambahan mesin diesel berkapasitas lima MW yang direlokasi dari Bukit Asam, Sumatera Selatan, 1 September lalu. 

  Sementara beban puncaknya telah mencapai 95 MW dengan jumlah pelanggan 215.064 rumah tangga/perusahaan sehingga terjadi kelebihan sebear 6,4 MW, kecuali siang hari beban puncak hanya 47 MW atau hampir setengah dari total beban puncak.

  "Ketika tiga mesin pembangkit diistirahatkan sementara waktu itu berkapasitas kurang lebih 16,5 MW seperti sekarang ini, maka terpaksa harus ada pemadaman bergilir," ujarnya.

  Sedangkan sistem Sumbawa memiliki daya mampu 21 MW namun beban puncaknya telah mencapai 20 MW. Jumlah pelanggan mencapai 69.519 rumah tangga/perusahaan. Beban puncak pada siang hari mencapai 10 MW.

  Daya mampu Sistem Bima mencapai 21 MW dengan beban puncak 20,5 MW dan jumlah pelanggan mencapai 73.473 rumah tangga/perusahaan. Beban puncak siang hari mencapai 9,5 MW.(*)

 



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026