"Data yang berkualitas menjadi sesuatu yang amat sangat mendasar. Dan itu menjadi salah satu tema Hari Statistik Nasional 2019," kata Kepala BPS NTB Suntono usai memimpin apel peringatan Hari Statistik Nasional 2019 di Mataram, Kamis.
Ia mengatakan 26 September ditetapkan sebagai Hari Statistik Nasional bertepatan dengan diberlakukan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik.
Hari Statistik, lanjut dia, terus disuarakan lebih kencang dengan tujuan menumbuhkembangkan kesadaran orang tentang statistik.
Hal itu juga sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2019 yang intinya bahwa data berkualitas dibutuhkan sebagai salah satu komponen penting dalam pengambilan kebijakan.
"Jika data salah dan kebijakan salah, itu berarti pemborosan anggaran negara," ujarnya.
Ia menjelaskan upaya peningkatan data berkualitas mengacu pada tiga pilar besar BPS, yakni metodologi, kapasitas sumber daya manusia, dan masyarakat sebagai responden.
Pilar metodologi selalu dikembangkan terus dari waktu ke waktu seiring dengan masukan dari berbagai pihak.
Pilar kedua lebih kepada penguatan kapasitas para petugas pengumpul data statistik. Mereka diberikan pembekalan agar memahami tugasnya masing-masing sehingga tidak salah dalam mengumpulkan data di lapangan.
Suntono menambahkan pilar masyarakat menentukan kualitas data sebab berkaitan dengan kejujuran masyarakat sebagai responden yang dimintai datanya.
"Kalau responden tidak bisa memberikan data yang sebenarnya atau jujur apa adanya, itu bisa menjadi kendala besar di dalam kita mendata statistik," ucapnya.
Sejauh ini, kata dia, kendala di masyarakat masih ditemui. BPS hanya bisa mengedukasi masyarakat secara terbatas di rumah tangga sampel atau responden.
"Untuk itu, upaya edukasi tidak bisa dilakukan sendiri oleh BPS, namun butuh sinergitas dengan pemerintah daerah dan para pihak terkait lainnya," katanya.
Peringatan Hari Statistik 2019 tersebut juga dirangkai dengan dimulainya (kick off) publisitas SP2020 secara nasional.
SP2020 akan dibagi dalam dua tahap, yakni tahap sensus secara daring (online) pada Februari-April serta tahap pendataan dari rumah ke rumah (door to door) pada Mei 2020.
Pewarta : Awaludin
Editor:
Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026