Mataram, 16/2 (ANTARA) - Kondisi museum negeri Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kini semakin memprihatinkan, karena selama beberapa tahun ini tidak pernah dilakukan perbaikan ringan akibat tidak tersedianya anggaran dari APBD.

   Kepala Museum Negeri Provinsi NTB R Joko Prayitno di Mataram, Selasa mengatakan, pihaknya merencanakan perbaikan ringan untuk bagian ruangan museum agar kerusakan tidak semakin parah, namun tidak tersedia anggaran dari APBD.

   "Sudah tiga tahun ini kami mengajukan anggaran untuk rehabilitasi ringan, namun tidak tersedia dana, sehingga kondisi beberapa bagian ruangan cukup memprihatinkan, kondisi bangunan cukup memprihatinkan, plafon di gudang penyimpanan koleksi, ruang perpustakaan dan beberapa ruang pameran bocor," katanya.

   Selain itu, katanya, tembok bangunan museum sejak beberapa tahun ini tidak pernah dicat, sehingga nampak kumuh, sehingga museum  NTB tidak layak menjadi objek wisata.

   Menurut Joko, sebagai salah satu objek wisata, penampilan museum harus menarik baik bangunan  maupun koleksi yang disimpan di museum tersebut, kalau bangunannya kumuh, maka wisatawan tidak akan tertarik untuk berkunjung.

   "Sudah beberapa kali kami mengajukan anggaran untuk rehab ringan, namun hingga kini tidak dialokasikan, anggaran yang dialokasikan untuk museum dalam APBD tahun 2010 hanya Rp900 juta, untuk rehabilitasi ringan dan pengecetan tidak tersedua, apalagi untuk ganti rugi benda cagar budaya," katanya.

   Menurut data, jumlah koleksi di Museum Negeri NTB mencapai 7.538 buah  yang terdiri benda kramologika atau keramik asing, heraldika atau piagam tokoh pahlawan, etnografika dan geologika atau hasil tambang.

  Sementara jumlah pengunjung Museum Negeri Provinsi NTB tahun 2009 tercatat  7.936 orang terdiri atas  rombongan anak-anak sebanyak 6.170 orang, anak perorangan tujuh orang, rombongan dewasa 1.237 orang dan dewasa perorangan 522 orang.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026