Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Gita Aryadi dan mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB Heryadi Rachmat selaku salah satu tim ahli pengusulan "Geopark TNGR" mengemukakan hal itu ketika dihubungi secara terpisah di Mataram, Senin.
Aryadi mengatakan TNGR masih berpeluang ditetapkan sebagai "geopark" dan akan menambah jumlah taman bumi dunia yang saat ini 53 "geopark" tersebar di 17 negara di bawah jaringan United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
"Masih ada peluang, memang berkas pengusulan TNGR sebagai 'geopark' dunia masih belum lengkap sehingga perlu dilengkapi segera mungkin," ujarnya.
Heryadi menambahkan berkas usulan TNGR sebagai "geopark" dunia yang belum lengkap itu berisi data pendukung yang sudah terformat sedemikian rupa sehingga akan menggambarkan potensi calon "geopark" dunia itu.
Format berkas pendukung yang disediakan UNESCO itu memiliki bobot 100 hingga 1.000 sesuai daya dukung alam dan potensi calon "geopark".
"Proses pengisiannya pun tidak mudah karena harus memahami berbagai hal yang berkaitan dengan potensi pendukung 'geopark'. Biasanya diisi oleh para ahli dan itu yang dipraktikkan pengelola gua kapur di Pacitan, Jawa Timur dan Gunung Batur di Kintamani, Bali," ujarnya.
Awal 2009 lalu TNGR diusulkan menjadi "geopark" dunia ke UNESCO, namun UNESCO meminta dalam pengajuan usulan itu disertakan dua lokasi lainnya yang juga memungkinkan jadi "geopark" sebagai pendamping TNGR.
Namun belakangan TNGR kalah persyaratan jika dibandingkan dengan gua kapur di Pacitan, Jawa Timur dan Gunung Batur di Kintamani, Bali, sehingga dikabarkan TNGR terancam gagal jadi "geopark" dunia.
TNGR merupakan kawasan wisata andalan NTB yang telah dikenal masyarakat internasional karena pada 2004 menerima penghargaan dunia yakni "World Legacy Award" dari "National Geographic" sebagai daerah wisata yang berhasil mengembangkan pariwisata berbasis ekowisata.
Pada 2008 TNGR termasuk tiga finalis "Tourist for Tourism Award" untuk kategori "Destination Award" yang diselenggerakan oleh "World Tourist and Tourism Council" (WTC) yang bermarkas di London, Inggris.
Dua finalis lainnya merupakan objek wisata di Amerika Serikat dan Kanada yang mampu menyaingi 147 obyek wisata lainnya dari 40 negara di bidang pengelolaan kepariwisataan yang tetap memperhatikan aspek pemberdayaan masyarakat setempat.
Kawasan TNGR di Kabupaten Lombok Barat seluas 12.360 hektare meliputi dua kecamatan dengan 15 desa, Lombok Tengah seluas 6.824 hektare yang mencakup dua kecamatan tersebar pada lima desa, serta Kabupaten Lombok Timur pada tujuh kecamatan yang tersebar di 17 desa dengan luas kawasan 22.146 hektare.
Salah satu pesona unggulan TNGR adalah Danau Segara Anak yang berada pada ketinggian 2.010 meter dari permukaan laut. Danau Segara Anak berada di sebagian Gunung Rinjani yang tingginya mencapai 3.726 meter dari permukaan laut.
Untuk mengunjungi Danau Segara Anak dapat melalui dua jalur resmi yakni jalur pendakian Senaru dengan waktu tempuh 7-10 jam berjalan kaki karena jaraknya kurang lebih delapan kilometer, dan jalur Sembalun dengan waktu tempuh relatif sama yakni 8-10 jam.
Pengunjung yang sudah berada di Danau Segara Anak masih membutuhkan waktu 4-5 jam untuk mencapai puncak Gunung Rinjani melalui jalur pendakian yang ditetapkan dengan melewati kawasan hutan.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026