Mataram, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat segera membangun pusat pendidikan Islam pada areal seluas 6,7 hektare di Kota Mataram yang akan dijadikan  "Islamic Center".

   "Peletakan batu pertama pembangunan 'Islamic Center' itu dijadwalkan 19 Maret mendatang," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB Rosiady Sayuti, di Mataram (5/3).

   Ia mengatakan pembangunan "Islamic Center" sudah mulai dikerjakan akhir Februari yang diawali dengan pembersihan lahan menggunakan alat berat.

   Bangunan tembok bekas gedung KONI NTB dirobohkan karena akan dibangun pusat pendidikan Islam dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA).

   Secara keseluruhan, kata dia, pembangunan "Islamic Center" di Pulau Lombok itu diperkirakan menelan dana sekitar Rp356 miliar, yang mengacu pada hasil karya kelompok diskusi Puddezoe yang memenangi lomba desain "Islamic Center".

   Puddezoe mendesain sembilan elemen gedung pendukung "Islamic Center" atau hampir mendekati 12 fungsi keislaman antara lain tempat ibadah, perpustakaan, museum, pusat pendidikan, fasilitas olahraga termasuk kolam renang muslimah dan muslimin.

   Pembangunan "Islamic Center" di jantung Kota Mataram itu akan berlangsung dalam dua tahun sehingga diperkirakan paling lambat tahun 2012 NTB telah memiliki pusat pendidikan Islam.

   "Khusus anggaran pembangunan pusat pendidikan diperkirakan sebesar Rp80 miliar yang bersumber dari APBD NTB tahun 2010 sebesar Rp15 miliar, selebihnya dari sumber dana lainnya," ujarnya.

   Salah satu sumber pembiayaan lainnya adalah dari PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang berkomitmen memberi tambahan dana pemberdayaan masyarakat (CSR) senilai 38 juta dolar AS atau setara dengan Rp361 miliar.

   Program pemberdayaan itu mencakup bidang pendidikan dan kesehatan, pengembangan ekonomi pedesaan, pengembangan fasilitas strategis dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

   Dari total dana CSR sebesar 38 juta dolar AS itu, masing-masing 40 persen dijatahkan untuk Pemprov NTB dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan sisanya 20 persen untuk Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

  "Pemprov NTB dapat Rp144 miliar sehingga Rp20 miliar atau Rp30 miliar di antaranya akan dipergunakan untuk mendukung pembangunan 'Islamic Center' di Mataram," ujar Rosiady.

   Ia mengatakan pada areal seluas 6,7 hektare yang akan dijadikan "Islamic Center" itu terdapat bangunan Sekolah Menengah Pertanian Menengah Atas (SPMA) dan SMP Negeri 6 Mataram, yang akan dialihfungsikan sesuai rencana pembangunan pusat pendidikan di kawasan itu.

   Paket kegiatan pembangunan "Islamic Center" di tahun 2010 berupa pembangunan fasilitas pendidikan, penataan saluran air, dan pengalihan fungsi gedung SPMA yang ada di kawasan itu.

   Pemprov NTB yang akan melaksanakan pembangunan berbagai sarana prasarana 'Islamic Center' itu, sedangkan dinas teknis terkait akan menyesuaikan dengan bagian pekerjaan.

  "Dinas Pekerjaan Umum (PU) akan menangani infrastruktur jalan dan bangunan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) menangani fasilitas pendidikan," ujarnya.(*)




Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026