Mataram, 29/3 (ANTARA) - Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memrogramkan pembangunan tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di tahun 2010 untuk memenuhi kebutuhan listrik sebanyak 10.700 Kepala Keluarga (KK).

   "Tahun ini kami programkan tiga unit PLTMH untuk 10.700 KK dengan dukungan dana APBN," kata Kepala Distamben NTB, Eko Bambang Sutedjo, pada pertemuan koordinasi pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan Gubernur NTB KH. M. Zainul Majdi, di Mataram, Senin.

Pertemuan koordinasi itu merupakan rangkaian kegiatan penandatanganan penetapan kinerja antara Gubernur NTB dengan para pimpinan SKPD di jajaran Pemprov NTB.

   Eko juga mengungkapkan bahwa NTB mendapat dukungan 4.100 unit  Pembangkit LIstrik Tenaga Surya (PLTS) atau Solar Home System (SHS) untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam tahun anggaran 2010.

   Penyediaan energi listrik melalui tiga unit PLMTH dan 4.100 unit PLTS itu diluar program kelistrikan yang dilaksanakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Wilayah NTB beserta jajarannya.

   Gubernur NTB menyambut baik upaya pengurangan rasio elektrifikasi kelistrikan di tahun 2010 itu dan menekankan pentingnya realisasi program yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat banyak itu.

   "Itu program yang sangat membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat banyak, selain upaya yang dilakukan PLN," ujar gubernur.

   Data versi Distamben NTB, sejauh ini sudah ada delapan unit PLTMH yang dibangun pemerintah di wilayah NTB sejak tahun 1989 dan sudah melayani lebih dari 1.000 pelanggan listrik di daerah perdesaan.

   PLTMH sebagai salah satu program pemanfaatan energi terbaharukan itu antara lain berlokasi di Sedau (sebanyak dua unit) dan Teres Genit, Pulau Lombok.

   Dua unit PLTMH Sedau berada di Dusun Sedau Desa, Desa Sedau, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, melayani pelanggan di dua wilayah yakni Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah.

   Sementara PLTMH Teres Genit berada di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Barat. Dibangun pada tahun 2007 oleh Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB (dana APBD Tahun Anggaran 2007).

   PLTMH lainnya,  berlokasi di Desa Lantan, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, yang telah diinterkoneksi dengan jaringan listrik PLN dari penyulang Narmada yakni jaringan Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) PLN di lokasi itu.

   Sementara itu, Distamben NTB juga terus mengembangkan PLTS dengan dukungan dana APBN dan APBD pada setiap tahun anggaran, termasuk di tahun 2010.

   Sejauh ini sudah terbangun sebanyak 4.385 unit PLTS di tujuh kabupaten dalam wilayah NTB, terbanyak di kabupaten dalam Pulau Lombok, namun belum termasuk sebanyak 1.400 unit PLTS yang dibangun di tahun 2009.

   PLTS yang dikembangkan itu merupakan pembangkit listrik skala kecil yakni 10-55 watpeak yang hanya mampu melayani penerangan sekitar 20 unit rumah.

   PLTS itu menggunakan aki penyimpan arus berkapasitas 200 ampere yang dibeli menggunakan dana APBD yang berkisar antara Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per unit.(*)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026