"Semuanya 'on-schedule' baik kedatangan maupun keberangkatannya," kata petugas bagian informasi Bandara Selaparang, Yosi, di Mataram, Minggu.
Menurut dia, hingga pukul 11.15 Wita sudah ada delapan pesawat yang mendarat (landing) dan 10 pesawat yang berangkat (take off) dari dan ke Bandara Selaparang.
Ia mengakui bahwa ada informasi dari jajaran Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) saat ini ada siklon tropis "Freddy" di selatan barat daya Denpasar.
Tapi, katanya, tidak sampai berdampak terhadap keterlambatan pesawat datang maupun pesawat yang akan berangkat. "Di Bandara Selaparang kondisi cuacanya saat ini kondusif, tidak ada apa-apa, sehingga pesawat datang maupun berangkat semuanya 'on schedule'," katanya.
Bandara Selaparang Mataram merupakan bandara yang selama ini cukup padat. Ada sekitar 40 penerbangan (flight) setiap hari yang melayani dari dan ke Bandara Selaparang.
Maskapai yang saat ini melayani rute penerbangan tujuan Selaparang diantaranya Garuda Indonesia, Citilink, Merpati, Lion Air, Batavia dan lainnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari BMG, siklon tropis Freddy yang muncul pada 7 Februari itu kini berada di posisi 16,2 derajat Lintang Selatan (LS) - 110,9 derajat Bujur Timur (BT) atau sekitar 950 kilometer sebelah selatan barat daya Denpasar.
Dampak adanya siklon tropis tersebut terhadap cuaca di Indonesia berupa dampak tidak langsung, yaitu membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatera bag Selatan, Jawa Barat dan Tengah bagian Selatan, Perairan sebelah Selatan Jawa Timur hingga NTB yang berpotensi menimbulkan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Sumatera bag Selatan, Jawa, Bali dan NTB.
Selain itu, ketinggian gelombang lebih dari 3 meter di Laut Jawa, perairan Masalembo, Laut Flores, Selat Bali, Selat Sunda bagian Selatan, Laut Bali, Selat Lombok dan perairan Selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026