Mataram, 14/4 (ANTARA) - Sebanyak 600 siswa dari keluarga miskin yang duduk di kelas tiga sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) pada 2010, akan menerima bantuan buku sekolah elektronik (BSE) dari Dewan Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).    
"Tahun ini kita targetkan sebanyak 600 siswa SMA/MA/SMK dari keluarga yang tidak mampu di Kota Mataram memperoleh BSE. Buku itu diharapkan bisa membantu mereka untuk memahami lebih dalam tentang pelajaran yang diberikan di sekolah," kata Ketua Dewan Pendidikan, Kota Mataram, H. Adnan Mukhsin, di Mataram, Rabu.

   Untuk mencapai target pencetakan BSE yang sudah ditetapkan, kata dia, pihaknya meminta bantuan dari pegawai instansi pemerintah dan swasta untuk menyisihkan sebagian pendapatan mereka demi pemerataan kualitas pendidikan di Kota Mataram.

   Selain itu, para anggota DPRD Kota Mataram dan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) NTB, juga sudah menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi program peduli pendidikan yang diemban oleh dewan pendidikan.

   "Beberapa anggota dari kedua lembaga perwakilan rakyat itu sudah bertemu dengan saya beberapa waktu lalu. Mereka mengarahkan agar Dewan Pendidikan Kota Mataram, mengajukan proposal, nanti mereka yang memfasilitasi," katanya.

   Menurut dia, dengan banyaknya donatur peduli pendidikan yang menyumbangkan sebagian dari pendapatannya, Dewan Pendidikan Kota Mataram optimis bisa membantu seluruh siswa dari keluarga mampu untuk mendapatkan berbagai buku pelajaran yang tidak mampu mereka beli.

   Ia mengatakan, dari 600 siswa miskin yang ditargetkan memperoleh buku BSE tersebut, sebagian besar atau sebanyak 400 orang merupakan siswa SMA dari jurusan IPS, sedangkan dari jurusan IPA sebanyak 100 orang dan dari SMK sebanyak 100 orang.

   "Kita sengaja memperbanyak pencetakan BSE untuk siswa jurusan IPS karena dari hasil kajian para siswa miskin lebih banyak mengambil jurusan IPS dan dari jurusan ini juga banyak menyumbang siswa tidak lulus Ujian Nasional (UN)," ujar Adnan.

   Ia mentargetkan pembagian BSE akan dilakukan pada Juli 2010, sehingga bisa secepatnya dimanfaatkan oleh para siswa untuk mempersiapkan diri menghadapi UN sejak dini.

   BSE yang akan dicetak yakni pada seluruh mata pelajaran yang di UN kan seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sosiologi, Geografi.  
"Anggaran yang kita butuhkan untuk mencetak BSE bagi 600 siswa miskin itu sekitar Rp39 juta, dana yang sudah ada sisa dari tahun lalu sebesar Rp9 juta, jadi kita butuh Rp30 juta lagi," kata Adnan.(*)

Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026