117 barang ditemukan, 69 telah dikembalikan dan 48 masih menunggu pengambilan di Stasiun Bekasi Timur

Jakarta (ANTARA) - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melanjutkan proses pendampingan kepada pelanggan dan keluarga terdampak kejadian di Stasiun Bekasi Timur hingga seluruh tahapan penanganan terpenuhi.

Per Selasa (5/5) pukul 08.00 WIB, sebanyak 86 pelanggan telah kembali ke rumah, sementara 16 pelanggan masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit. KAI memastikan pemantauan kondisi pelanggan dilakukan secara berkala untuk mendukung proses pemulihan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pendampingan terus diberikan kepada seluruh pelanggan, baik yang masih dalam perawatan maupun yang telah kembali ke rumah.

“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

KAI menyediakan mekanisme klaim atau reimbursement bagi pelanggan yang menjalani pengobatan secara mandiri. Dokumen yang diperlukan meliputi bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi dan rincian biaya pengobatan, resume medis, serta salinan rekening. Setelah dokumen dinyatakan lengkap, proses klaim akan dikoordinasikan bersama pihak asuransi dengan estimasi penyelesaian paling lambat 21 hari kerja.

Layanan trauma healing juga masih tersedia bagi pelanggan dan keluarga yang membutuhkan. Pengajuan dapat dilakukan melalui Posko Informasi di Bekasi Timur maupun call center 0812-9660-5747. Pendampingan dapat dimulai melalui telemedicine dan dilanjutkan secara langsung sesuai kebutuhan.

KAI juga terus menangani barang bawaan pelanggan yang tertinggal. Hingga 5 Mei 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 117 barang telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 69 barang telah diserahterimakan kepada pemilik, sementara 48 barang masih menunggu pengambilan.

Seluruh barang diamankan dan didata melalui layanan Lost and Found di Stasiun Bekasi Timur. KAI mengimbau pelanggan, keluarga, maupun kerabat yang merasa kehilangan barang agar segera mendatangi posko untuk proses verifikasi dan pengambilan.

“Kami memastikan setiap barang diproses melalui verifikasi agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” tambah Anne.

Posko Informasi di Stasiun Bekasi Timur tetap dibuka hingga 11 Mei 2026 sebagai pusat layanan pendampingan, mencakup informasi, koordinasi administrasi, layanan lanjutan, hingga dukungan psikologis.

“KAI akan terus menjaga proses pendampingan berjalan dengan baik agar pelanggan dan keluarga dapat melalui masa pemulihan dengan lebih tenang dan terarah,” tutup Anne.

Pewarta :
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2026